Karimun, Lendoot.com – Puluhan warga rela mengantre ditengah terik matahari, untuk mendapatkan satu tabung elpiji 3 kilogram, Rabu (7/4/2021).

Pemandangan itu terlihat disejumlah lokasi di Karimun, antara lain pangkalan gas 3 kilogram di Jalan Raja Oesman Kelurahan Sei Lakam Barat, pangkalan gas di Jalan Bukit Senang Kelurahan Tanjungbalai Karimun, dan pangkalan di kawasan Kelurahan Teluk Uma.

“Kuota yang kita bawa ke pangkalan ini hanya 300 tabung saja,” ujar salah seorang petugas supplier dari agen PT Petromas Jaya Abadi.

Salah seorang warga, Hartati mengaku telah mengantre sejak pukul 14.00 wib, ketika mendapatkan informasi bahwa gas sudah masuk ke pangkalan.

“Mau tidak mau kita harus rela mengantre berjam-jam, dari pada tidak bisa masak. Saya sudah beberapa hari kehabisan gas, dan terpaksa menggunakan minyak tanah non subsidi,” kata Tati.

Ia berharap, Pemerintah Daerah segera mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji dan melakukan pengawasan agar pendistribusian tepat sasaran.

“Sekarang ini susah lah dapat gas, harus pusing-pusing ke sana ke mari. Seperti putus harapan dan terpaksa menggunakan mitan yang harganya tinggi,” keluhnya.

Keluhan senada juga disampaikan warga lainnya, Putri Menurutnya, kelangkaan gas LPG 3 kg yang terjadi sangat dirasakan oleh masyarakat. Terutama pada tingkat kalangan ekonomi kelas bawah.

“Pemerintah juga seharusnya mengambil langkah agar masyarakat dengan ekonomi tinggi agar tidak menggunakan gas LPG 3 kg. Yang terjadi saat ini adalah masyarakat dengan ekonomi bawah seperti kita ini yang sulit mendapatkan gas,” katanya.(rko)