Karimun, Lendoot.com – Tindak pidana pencurian dengan pemberatan selama  tahun 2019 di Kabupaten Karimun mencapai 69 kasus, atau meningkat 23 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 53 kasus.

Ini diungkapkan Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur saat memimpin pelaksanaan press release yang digelar di ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Karimun, Curat Mendominasi Wilayah Hukum Polres Karimun, akhir pekan kemarin.

“Ya, mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan pada 2018 lalu,” jelas Yos Guntur.

Lebih lanjut Kapolres Yos Guntur menuturkan bahwa, kejahatan konvensional memang masih sangat mendominasi selama kurun waktu 2019 ini, mencapai 97 persen dari total keseluruhan kejahatan di wikayah hukum Polres Karimun.

“Pada kasus curat menempati urutan tertinggi dari kasus kejahatan konvensional lainnya,sedangkan penyelesaian tindak pidana kasus curat selama 2019 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 46 persen atau naik sebanyak 12 kasus dibandingkan 2018 silam,” paparnya.

Yos Guntur juga mengatakan, untuk kejahatan konvensional tertinggi setelah curat yaitu tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan jumlah 20 kasus, atau naik 3 kasus (5 persen) dibandingkan 2018. Sedangkan tingkat penyelesaian kasus curanmor naik sebesar 11 persen atau 1 kasus dibandingkan 2019.

“Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sendiri selama kurun waktu 2019 tercatat sebanyak 12 kasus dan mengalami penurunan sebanyak 4 kasus (33 persen) dibandingkan 2018, dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 20 persen atau satu kasus jika dibandingkan dengan 2018,” ungkapnya.

Kejahatan konvensional lainnya yang diungkap selama 2019 sebut Kapolres adalah kejahatan atau tindak pidana perjudian dengan jumlah 4 kasus, turun sebesar 42 persen jika dibandingkan 2018 yang berjumlah 7 kasus. Penyelesaian kasus tersebut pada 2019 mengalami kenaikan 1 kasus (11 persen) bila dibanding kan dengan tahun sebelumnya.

Selain kasus-kasus kejahatan konvensional, Polres Karimun selama 2019 juga mengungkap beberapa tindak kejahatan khusus, yaitu satu kasus tindak pidana perdagangan orang. Kasus ini turun dibandingkan 2019 dengan dua kasus. Kejahatan transnasional pada 2019 mengalami peningkatan 6 kasus (9,37 persen) dan penyelesaian perkaranya pun meningkat sebanyak 6 kasus atau 9,37 persen. (*)