Progres 60 Persen, Pengaman Pantai Pulau Kepala Ditargetkan Rampung Desember 2026

NATUNA – Pembangunan Pengaman Pantai Pulau Kepala Tahap II di Kabupaten Natuna terus berjalan dengan progres fisik mencapai 60 persen.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam menargetkan pembangunan infrastruktur pelindung kawasan pesisir di pulau terluar tersebut rampung pada Desember 2026.

Proyek ini menjadi salah satu upaya penting untuk melindungi kawasan pesisir Natuna dari ancaman abrasi, sekaligus menjaga keberadaan wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Plh. Kepala BWS Sumatera IV Batam, Ir. Nedy Hidayat, S.T., M.T., mengatakan pengerjaan Pengaman Pantai Pulau Kepala Tahap II masih berlangsung dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Progres sudah mencapai 60 persen. Ini terus berjalan, insyaallah pada Desember bisa tuntas untuk kegiatan tahun ini,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media di sela kegiatan koordinasi program BWS Sumatera IV di Kabupaten Natuna pada Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan pengaman pantai tersebut memiliki arti strategis karena Pulau Kepala merupakan bagian dari kawasan pulau terluar Indonesia. Perlindungan pantai diperlukan untuk mengurangi risiko abrasi yang dapat mengancam kondisi daratan pesisir.

“Pulau-pulau terluar kita jangan sampai terkena abrasi. Karena kita daerah perbatasan, kita tidak mau batas negara kita makin berkurang,” katanya.

Pembangunan Pengaman Pantai Pulau Kepala Tahap II merupakan salah satu kegiatan infrastruktur sumber daya air dengan alokasi terbesar dalam program BWS Sumatera IV Batam di Natuna pada 2026.

Berdasarkan data program yang dipaparkan BWS Sumatera IV, proyek tersebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp80,24 miliar.

Dalam keterangannya kepada media, Nedy menyebut nilai kontrak berada di kisaran Rp70 miliar.

Pembangunan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap perlindungan kawasan pesisir di wilayah perbatasan, yang memiliki tantangan geografis serta kerentanan terhadap dinamika kondisi laut.

Pemerintah Kabupaten Natuna mengapresiasi dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BWS Sumatera IV terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa dukungan program sumber daya air yang telah diberikan kepada Natuna nilainya mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan agar kebutuhan pembangunan daerah dapat ditangani secara lebih maksimal.

Selain pengaman pantai, program BWS Sumatera IV di Natuna juga mencakup peningkatan infrastruktur irigasi, embung, serta kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan BWS Sumatera IV diharapkan terus berlanjut, terutama untuk memperkuat perlindungan pesisir dan mendukung kebutuhan infrastruktur di kawasan perbatasan. (Rap)