Karimun – Situasi darurat sampah kembali terjadi di Kabupaten Karimun. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sememal saat ini dalam kondisi overload akibat kerusakan alat berat yang digunakan untuk merapikan sampah.
Dampaknya, sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di hampir seluruh lokasi penempatannya, menumpuk dan berserakan
“Alat berat yang biasa digunakan untuk merapikan sampah di TPA mengalami kerusakan, sehingga sampah tidak dapat dikelola dengan baik,” ujar seorang sumber dari dinas terkait yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini semakin diperparah dengan meningkatnya volume sampah rumah tangga. “Jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari terus bertambah, sementara kapasitas TPA semakin terbatas,” tambah sumber tersebut.
Penumpukan sampah tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Bau busuk menyengat tercium di sekitar TPA, dan potensi munculnya penyakit akibat perkembangbiakan bakteri semakin meningkat.
Selain itu, sampah yang berserakan di lingkungan sekitar oemukiman warga dan juga jalan-jalan dapat mencemari tanah dan air. Jika dibiarkan berlarut-larut, masalah sampah ini dapat menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun telah berupaya mengatasi masalah ini dengan meminjam alat berat dari pihak swasta. Namun, upaya ini belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi penumpukan sampah.
“Kami sedang berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini,” ujar seorang pegawai DLH yang enggan disebut nama. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang.” (msa)




