Pembeli Gas LPG 3 Kg Wajib Tunjukkan KTP

Memasuki Ramadan 1444 Hijriah, kekhawatiran Masyarakat Kota Batam terkait ketersediaan BBM dan gas subsidi yang langka saat Ramadan, mengingat ini terjadi di beberapa kabupaten dan kota lain di Provinsi Kepri. “Stok dan pendistribusian BBM dan LPG aman di Kepri. Kami juga telah menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 12 ribu tabung pada tanggal 21 Maret lalu bekerjasama dengan Disperindag Kota Batam,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria

Batam, Lendoot.com – per Juni 2024, untuk dapat membeli gas subsidi berat 3 Kilogram (Kg) di pangkalan resmi wajib menunjukkan KTP. Langkah ini dilakukan agar penyaluran gas tepat sasaran.

“Bahwa saat ini yang ingin menikmati LPG subsidi harus tunjukan KTP pada saat beli di pangkalan resmi. Jika tidak membawa KTP, tidak dilayani,” ujar Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko, Senin (3/6/2024) kemarin.

Berdasarkan data realisasi sejauh tahun ini atau year to date (ytd) 1 Januari – 26 Mei 2024, penyaluran elpiji di Kepri telah mencapai 108 persen.

“Elpiji secara kuota kita sudah over 8 persen ytd. Jadi kalau tidak ada penambahan kuota, khususnya elpiji dipastikan kita akan over,” kata Bagus seperti dikutip dari ariranews.com.

Ia menyampaikan dengan diimplementasikannya Program Subsidi Tepat LPG, diharapkan penambahan kuota sebanyak 8 persen tersebut mencukupi hingga akhir tahun.

“Harapan kita dari situlah akan mendorong untuk bisa mencapai on kuota sampai akhir tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengimbau masyarakat Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) agar bijak dalam penggunaan gas LPG 3 kg.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan hal tersebut mengingat penggunaan gas bersubsidi itu diperuntukkan khusus bagi warga miskin dan tidak mampu.

 “Sudah jelas ada wilayah tertentu, rumah tangga tertentu, lalu juga ada sektor satu usaha yang diperbolehkan, tapi ada juga usaha-usaha besar yang kita bisa lihat bahwa masih ada beberapa restoran besar menggunakan elpiji 3 kg,” kata Satria. (*/rst)