Natuna Segera Miliki Pabrik Pengolahan Ikan

Natuna, Lendoot.com – Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau segera memiliki Pabrik Pengalengan Ikan.

Rencana itu setelah Bupati Natuna Wan Siswandi melakukan pertemuan dengan salah satu investor yang akan masuk ke Natuna, yakni, PT Big Marlin.

Pertemuan bersama perusahaan asal Jakarta itu terjadi di Batam, dengan pembahasan presentasi rencana pembangunan pabrik pengolahan ikan yang akan dibangun di Selat Lampa.

Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan, pihak Perwakilan Perusahaan PT. Big Marlin memaparkan telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kuota tangkap sejauh 30 mil ke atas.

“Alhamdulilah, atas izin Allah tahun ini akan dibangun dua pabrik di Natuna, pada sektor perikanan akan dibangun pabrik pengalegan ikan dan satu lagi tambang pasir kuarsa,” kata Wan Siswandi.

Ia berharap dengan adanya dua pabrik ini akan menjawab terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi anak daerah dan bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Natuna.

“Adanya pabrik pengalengan ikan itu tentunya akan meningkatkan kesejahteraan para nelayan lokal. Karena PT. Big Marlin juga akan mengakomodir hasil tangkapan nelayan lokal,” katanya.

“Nantinya seluruh hasil tangkapan akan diolah mulai dari daging fillet, bakso dan sosis ikan, hingga tepung ikan yang diolah dari tulang ikan,” terang Wan Siswandi.

Perlahan namun pasti, geliat perkembangan di Natuna di sektor pembangunan perikanan mulai terlihat. Hal ini dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati Natuna tak henti-hentinya bertemu dengan sejumlah kementerian untuk percepatan pembangunan tersebut.

“Bicara pertahanan iya, investasi perlu, namun yang terpenting adalah ketersedian infrastruktur dasar seperti air, jalan, listrik dan jaringan telekomunikasi harus memadai. Untuk itu kita akan terus mengupayakanya agar para investor tidak lagi berfikir akan kebutuhan dasar tersebut,” ungkap Wan Siswandi.

Untuk hal tersebut, Wan Siswandi telah mengupayakan penambahan pasokan arus listrik PLN Ranai, yang tadinya siaga sekarang menjadi surplus aman dengan kedatangan mesin 2 mega watt. Selanjutnya pemerintah daerah masih mengajukan lagi 10 mega Watt.

“Untuk pembangunan dan operasional dua pabrik tersebut pastinya memerlukan energi listrik yang tidak sedikit. Untuk itu kami mengajukan 10 mega watt lagi. Tapi perlu kita sukuri Insya-Allah atas izin Allah 2 pabrik tersebut berdiri tahun ini,” katanya. (Har)