Karimun, Lendoot.com – Terkait 8 Nelayan asal Karimun dan Batam, Kepulauan Riau yang ditangkap aparat Malaysia saat hanyut, 10 Maret 2020 lalu mendapat kabar baik dan buruk.

Kepala Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Taufik Yusuf mengatakan, kabar baik 4 dari 8 nelayan yang ditangkap polisi Malaysia tersebut dikabarkan akan dideportasi otoritas Malaysia.

Keempatnya adalah Azuan (34), Suandi (30), Agus Salim (43), dan Kamil (34) yang merupakan RT 001 RW 003, Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

“Alhamdulillah, kabarnya 4 orang akan dideportasi. Namun belum tahu kapan, dikarenakan Malaysia saat ini masih lockdown, jadi belum dapat kabar lagi,” kata Taufik belum lama ini.

Sementara itu, kabar buruk yang menimpa 4 nelayan lainnya yakni Erwin (36), Tamsir (37), Yanto (29) dari Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, dan Nasron (37), Setokok, RT 002 RW 001, Batam akan menjalani persidangan di Malaysia.

“Keempat nelayan lainnya dijadwalkan akan menjalani persidangan pada 14 April 2020. Kita berharap semoga mereka ini juga bisa pulang seperti empat nelayan lainnya dan tidak sampai disidangkan,” ujarnya.

Taufik Yusuf menambahkan, kabar tersebut diperoleh saat kunjungan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Karimun ke Konsulat Malaysia di Pekan Baru, Riau belum lama ini.

“Kabar tersebut kita dapat setelah Kadis Kelautan dan Perikanan Karimun ke Konsulat Malaysia di Pekan Baru dan saya disini urus dokumennya,” tambahnya.

Diketahui Delapan nelayan tersebut ditangkap Polisi Malaysia pada 10 Maret 2020 sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka diduga memancing memasuki wilayah perairan Malaysia di Tanjung Sedili, Kota Tinggi, Johor. (rnd)