Suasana penjurian di Mini Competition Betta Fish Karimun, siang tadi. (msarih)

Karimun, Lendoot.com – Para pecinta ikan hias, khususnya ikan cupang hias di Karimun yang tergabung dalam Betta Fish Karimun menggelar mini competition, Sabtu (6/3/2021). Ini merupakan even perdana yang digelar Betta Fish Karimun.

Hebatnya, meski perdana menggelarnya, Betta Fish Karimun sudah berani menggelarnya dengan system lomba sesuai standard IBC (International Betta Congress). Ada sebanyak 700 ekor ikan laga (sebutan warga Karimun untuk ikan cupang, red) ini.

“Meski ini even perdana kami, tapi sudah sesuai standar IBC. Peserta dari Batam, Tanjungpinang, Tembilahan dan Malaysia. Total ikan yang dilombakan mencapai 700 ekor,” ujar Wahyu Romanda kepada Lendoot.com disela penjurian sore tadi.

Sementara kategori yang dilombakan pada even ini sebanyak 96 kelas dari ratusan kelas yang biasa diterapkan IBC untuk sebuah lomba. “Makanya disebut mini kompetisi, karena baru 96 kelas yang kita lombakan,” papar Wahyu sembari menyebut juri didatangkan langsung dari Batam.

Wahyu mengatakan, rekan-rekan di Betta Fish Karimun terbilang hebat. Meski banyak daerah lain menganggap penghobi ikan hias ini masih pemula, namun untuk jam terbang di setiap even loma di nusantara ini, katanya, masih dapat dibanggakan.

“Kalau ada even di Kepri, atau di daerah lain di Indonesia, kita selalu saja mendapat juara. Bahkan kalau ada even-even besar, kami selalu dihubungi panitia agar turut ikut menjadi peserta. Jadi tak heran kalau kita buat even, banyak peserta yang ikut,” ujarnya.

Hadirnya kegiatan ini, kata Wahyu, bertujuan untuk mengedukasi para pecinta ikan cupan di Karimun dalam memilih ikan-ikan berkualitas. “Daripada buang-buang uang karena ikan yang dibeli tak tahu, maka dengan even seperti ini maka anak-anak kita bisa tahu tentang kualitas standar cupang kontes,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan hobi memelihara cupang ini sudah bernilai ekonomi. “Kita bangga anak-anak muda khususnya sudah banyak yang mencintai budi daya cupang ini. Ada yang punya farm sendiri, breeding sendiri. Ini bernilai ekonomi dan mampu mengangkat ekonomi teman-teman juga,” ujarnya.

Bahkan, jelas Wahyu, para peternak cupang dari Karimun sudah menjual hasil budi dayanya ke Pulau Jawa dan beberapa daerah di Sumatra. “Bahkan sudah ada yang sudah masuk pasar Malaysia. Anak Karimun hebat-hebat lah,” ujarnya.

Even ini juga, tambahnya, untuk memacu keahlian anak-anak Karimun dalam membudidaya ikan hias cupang inj.

Wahyu menjelaskan, even yang digelarnya ini tidak hanya mencari keuntungan semata. “Inginya keuntungan dari lomba ini bisa untuk biaya melegalkan komunitas kami. Setidaknya, kalau legal bisa lebih terorganisir wadahnya. Dan bisa lebih baik lagi perkembangannya,” harapnya. (msa)