Penindakan Sabu 4 Kg BC Karimun sebelum konferensi pers, beberapa waktu lalu. (aziz)

Karimun – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun, Agung Marhaendra Putra mengklaim telah menyelamatkan 35 ribu jiwa hasil penindakan sabu 4 Kg asal Malaysia.

“Tentunya kita sudah memutus jaringan dan peredaran narkotika jenis sabu, sehingga dapat menyelamatkan 35 ribu jiwa,” ungkap Agung saa konferensi pers di KPPBC TMP B, Tanjungbalai Karimun, Jumat (20/11/2020), seperti dikutip dari WARTAKEPRI.CO.ID, member of Kepri Media Group.

Agung menyebut penindakan terhadap upaya penyelundupan sabu tersebut, merupakan bentuk sinergitas antara KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun bersama tim Panther Sat Narkoba Polres Karimun, pada Rabu dini hari (11/11/2020) lalu, di Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. (*)

Kurir Diupah Rp30 Juta Terancam 20 Tahun Penjara

Barang haram tersebut, tambah Agung, rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Karimun, dengan upah Rp30 juta. Terkait jaringan kini masih diselidiki tim Satres Narkoba Polres Karimun.

“Para tersangka akan diupah Rp30 juta, apabila berhasil membawakan barang haram tersebut,” paparnya.

Sementara itu tersangka MK, mengaku baru sekali ini membawa narkotika jenis sabu asal Malaysia.

“Terdesak faktor ekonomi, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, saya terpaksa melakukan pekerjaan ini, sebagai kurir sabu, dan upah belum saya terima,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka MR beserta rekannya AH kini terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tantang Narkotika. Dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. (*/kmg/aziz)