Karimun, Lendoot.com – Moda transportasi laut bagi warga asal Kacamatan Durai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, sangat mahal ketika menjelang Idulfitri atau saat bepergian saat Idulfitri.
Sebagian warga terpaksa menyewa kapal kayu agar dapat mudik dan balik Lebaran Idulfitri.
Ini disebabkan kapal ferry regular yang biasa merapat dan singgah di dermaga pelabuhan Durai, tidak lagi terjadi. Terpaksa, puluhan warga Durai yang ingin bepergian saat Idulfitri mengurungkan niatnya, atau jika memiliki cukup uang, baru dapat menyewa kapal kayu sendiri.
Kapal yang biasa mengangkut penumpang dari Kecamatan Durai menuju titik tujuan tidak lagi sesuai dengan kesepakatan antara penumpang dan pihak kapal karena padatnya jumlah penumpang.
Seorang penumpang, sebut saja Adi, yang merupakan warga Kecamatan Durai mengatakan, hal ini terjadi karena minimnya transportasi laut. “Mungkin karena tidak tersedianya pelabuhan domestik yang memadai sehingga tidak ada kapal ferry yang singgah,” ujarnya.
Dia juga berharap perlu pembenahabn terkait rute kapal ferry yang biasanya singgah di Kecamatan Durai. “Seharusnya di setiap titik harus mendapatkan kouta penumpang sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di satu titik saja,” harapnya.
Kondisi seperti ini terjadi setiap tahun di Kecamatan Durai. “Kami berharap ini mendapat perhatian pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (and/yud)




