Karimun, Lendoot.com – “Karimun sedang tidak baik-baik saja,” ujar Aprijanto seorang warga Karimun terkait masalah yang dihadapi masyarakat Karimun.
“Dari masalah sampah menggunung, banjir kalau hujan sedikit, sekarang satu lagi, masalah lampu merah. Memang tak baik-baik saja Karimun ini,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, warga Karimun dirisaukan dengan masalah sampah yang ada di TPS (tempat pembuangan sampah sementara) tidak terangkut ke TPA (tempat pembuangan sampah akhir) di Sememal yang dikabarkan sudah penuh.
Soal sampah, Dinas Lingkungan Hidup Karimun mengatakan karena armada pengangkutnya banyak yang rusak.
Kemarin, hujan yang tidak terlalu lama membuat sejumlah daerah terendam banjir. Lagi-lagi masalahnya karena adanya pengembang perumahan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
Dinas terkait belum memberikan jawaban atas dampak lingkungan, khususnya dinas yang membawahi pemukiman.
Kali ini, sejumlah lampu merah (traffic light) di sejumlah persimpangan di Tanjungbalai Karimun, Kabupaten Karimun, bermasalah. Dampaknya, arus lalulintas di Sei Lakam khususnya terhambat.
Selasa (15/10/2024), Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun memberikan penjelasan kepada wartawan, salah satu penyebab lampu merah sering tidak berfungsi karena sudah tua.
“Memang gitu, kalau ada hujan dan angin sensitif suka padam, maklum barangnya sudah lama,” katanya saat dikonfirmasi. (msa)




