Wagub Kepri Dorong Hasil Perikanan Natuna Kembali Tembus Pasar Hong Kong

NATUNA — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura mendorong penguatan sektor perikanan Natuna agar hasil tangkapan nelayan kembali mampu menembus pasar ekspor, termasuk Hong Kong.

Hal itu disampaikan Nyanyang saat melakukan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandarsyah, Ranai, Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya, pada Selasa (1/9/2026), Nyanyang melakukan kunjungan kerja ke Sedanau untuk melihat langsung aktivitas sektor perikanan sekaligus mengawal penguatan produksi dan distribusi hasil tangkapan nelayan.

Menurut Nyanyang, potensi perikanan Natuna sangat besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan produksi yang terorganisir, kelembagaan nelayan yang kuat serta rantai distribusi dan akses pasar yang jelas.

“Kita ingin produksi nelayan ini terorganisir dalam kelompok. Dengan begitu, hasil tangkapan bisa dikelola dan dipasarkan dengan lebih baik,” ujar Nyanyang.

Ia mengatakan, hasil tangkapan nelayan Natuna tidak hanya memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpotensi dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Tanjungpinang, Batam dan Jakarta.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong agar akses pasar internasional kembali dibuka sehingga hasil perikanan Natuna memiliki pasar yang lebih luas dan memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi nelayan.Salah satu pasar yang menjadi perhatian adalah Hong Kong.

Nyanyang mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendorong percepatan pembukaan kembali akses ekspor hasil perikanan Natuna.

“Kita akan koordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat pembukaan kembali akses ekspor, termasuk ke Hong Kong,” katanya.

Langkah tersebut, lanjut Nyanyang, juga akan dikaitkan dengan tindak lanjut atas kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri ke Natuna.

Koordinasi dengan pemerintah pusat dinilai penting untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala yang selama ini menghambat akses ekspor hasil perikanan dari daerah perbatasan tersebut.

Menurutnya, penguatan ekspor tidak dapat dilakukan hanya dengan meningkatkan produksi.

Sistem distribusi dari nelayan hingga pasar juga harus dibenahi agar hasil tangkapan dapat terserap secara optimal.

“Pendampingan ini bagaimana supaya nelayan mendapatkan hasil yang maksimal, baik dari sisi produktivitas maupun akses pasarnya,” ujar Nyanyang.

Karena itu, nelayan didorong untuk membangun pola produksi secara berkelompok. Dengan pengelolaan yang lebih terorganisir, pemerintah akan lebih mudah memberikan pendampingan, sementara hasil tangkapan dapat dikonsolidasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah dan kualitas yang lebih terjamin.

Nyanyang berharap penguatan rantai distribusi tersebut dapat membuka lebih banyak pilihan pasar bagi nelayan Natuna.

Hasil tangkapan tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi dapat dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia hingga kembali memasuki pasar ekspor.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kabupaten Natuna akan terus mengawal pengembangan sektor perikanan tersebut, mulai dari peningkatan produksi, penguatan kelompok nelayan, distribusi hingga pembukaan akses pasar.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil laut Natuna sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan. (Rap)