Karimun – PLN ULP Tanjungbalai Karimun tengah melakukan pemeliharaan rutin pada PLTU Unit 2 sebagai upaya antisipasi lonjakan permintaan listrik saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pemeliharaan ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 17 hingga 28 Februari 2025.
Akibat pemeliharaan PLTU Unit 2, terjadi defisit daya listrik di wilayah Tanjung Balai Karimun. Untuk mengantisipasi pemadaman bergilir yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban pada jam-jam puncak.
Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berharap masyarakat dapat memahami situasi ini.
PLN ULP Tanjungbalai Karimun berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Karimun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pemeliharaan rutin pada PLTU Unit 2.
Pemeliharaan ini akan menyebabkan defisit daya sementara yang membuat pemadaman di beberapa wilayah. Langkah pemeliharaan ini, katanya, sangat penting dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan listrik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Meskipun pemeliharaan ini akan menyebabkan defisit daya sebesar 2-3 MW pada beban puncak, PLN telah melakukan manajemen beban untuk meminimalkan dampaknya terhadap pelanggan. PLN mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik selama masa pemeliharaan ini.
Dengan menyajikan informasi yang lebih lengkap dan menarik, berita ini akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat dan membangun kepercayaan terhadap PLN.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang terjadi. Semoga kondisi ini dapat segera kami selesaikan,” ujarnya. (msa)




