Tahun depan, atau 2024 pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kepri digelar. Nama Muhammad Rudi yang kian moncer menjadi salah satu lawan tanding Ansar Ahmad, sudah mulai diperbincangkan.
Robby Patria, Direktur Perwakilan Public Trust Institute (PuTIn) Kepri mengatakan, Walikota Batam Muhammad Rudi termasuk figur yang fleksibel untuk mencari calon wakilnya di Pilkada 2024 mendatang.
“Muhammad Rudi agak lebih fleksibel memilih wakilnya di Pilkada 2024. Misalnya tokoh dari Karimun seperti Bupati Karimun Aunur Rafiq ataupun Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro maupun guru besar di FKIP UMRAH Prof Abdul Malik,” ujarnya seperti dikutip lendoot.com dari batamclick, Rabu (2/8/2023).
“Tahun depan, Suhajar sudah memasuki usia pensiun dan bisa saja tertarik mengabdi ke jalur politik,” tambah Robby.
Menurutnya, Rudi sudah memiliki kekuatan di Batam karena pernah dua periode sebagai walikota Batam dan saat ini sebagai Kepala BP Batam. Dan keterpilihan Rudi di Batam pada pemilu 2020 lalu di angka 73 persen menjadi modal awal di pilkada Kepri 2024.
Maka nama Suhajar maupun Aunur Rafiq atau Abdul Malik bisa menjadi pilihan yang tepat karena berasal dari Kabupaten Karimun yang akan memberikan dampak positif. Ketiga nama ini cukup dikenal di tengah masyarakat Karimun dan masyarakat Kepri umumnya.
“Karimun kita tahu adalah pemilih kedua terbanyak setelah pemilih Batam. Artinya pemilih Karimun berperan penting menjadi basis calon kepala daerah, ” kata Robby.
Dia menyebutkan, berbeda dengan Ansar yang lebih baik memilih wakil dari Batam dibandingkan dengan Karimun. Karena Ansar berasal dari Bintan sehingga jika memilih wakil dari Karimun secara hitungan politik kurang strategis.
“Tentu Ansar akan mencari pendamping dari Batam untuk menutupi kelemahan Ansar di Batam,” jelas Robby. (rst)




