Picu Semangat Kades Bangun Desanya, Mendes PDTT Beri Penghargaan Kepala Daerah dan Kades

Cirebon, Lendoot.com – Dalam upaya melecut semangat pemimpin desauntuk lebih giat dalam membangun desanya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan penghargaan kepada kepala daerah (Kada) dan kepala desa (Kades) di Provinsi Jawa Barat.

Dari penghargaan ini, harap Gus Halim, dapat melecut semangat para pemimpin desa untuk lebih giat lagi dalam membangun desa.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peraih penghargaan, semoga ini jadi pelecut semangat untuk lebih baik lagi,” kata Abdul Halim Iskandar atau kerap disapa Gus Halim seperti lendoot.com kutip dari web resmi kemendes,go.id, Kamis (20/10/2022).

Ditemani Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Gus Halim memberikan penghargaan tersebut atas pencapaian status Desa Mandiri menurut hasil Indeks Desa Membangun (IDM) Kemendes PDTT.

Selain piagam penghargaan, para Kades berstatus desa mandiri juga diberikan lencana yang disematkan pada baju dinas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi membangun desa.

Khusus Walikota Banjar, Gus Halim menganugerahi lencana Bakti Desa Utama atas prestasinya berhasil membuat seluruh desa di wilayahnya, berstatus Desa Mandiri.

“Lencana ini sebagai bukti keberhasilan Kades dan bisa dipamerkan kepada warga desa sekaligus bukti prestasi Kades,” kata Menteri yang akrab disapa Gus Halim saat menghadiri Gala Dinner Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) 2022 di Pendopo Kabupaten Cirebon, Selasa (18/10/2022) malam tadi.

Gus Halim menuturkan Provinsi Jawa Barat, sejak tahun pertama penyaluran dana desa, untuk 5.312 Desa se Jawa Barat, hingga 2022 ini, disalurkan dana desa sebesar Rp38,2 triliun.

Hasilnya, dapat kita lihat pada capaian Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Jawa Barat. Tahun 2015, Dari 5.312 desa se Jawa Barat, masih ada sebanyak 60 Desa Sangat Tertinggal, 1.356 Desa Tertinggal.

Sisanya, sebanyak 3.134 desa sudah terindeks desa berkembang, sebanyak 724 desa sudah terindeks desa maju, dan sebanyak 38 desa sudah terindeks desa mandiri.

“Tahun 2022 ini, sebanyak 1.671 desa terindeks Desa Berkembang, sebanyak 2.511 desa terindeks Desa Maju, dan sebanyak 1.130 desa telah terindeks Mandiri,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Khusus di Kota Banjar, yang miliki 16 desa, sejak tahun 2021, seluruh desanya, telah terindeks Mandiri. Dan pada tahun 2022 ini, sebanyak 16 desa di Kota Banjar, dapat pertahankan status, sebagai Desa Mandiri.

Khusus di Kabupaten Cirebon, sepanjang tahun 2015 hingga tahun 2022, total dana desa disalurkan ke 412 desa, sebesar Rp2,9 triliun.

Hasilnya, Tahun 2015, Kabupaten Cirebon memiliki 2 desa sangat tertinggal, dengan 84 desa tertinggal. Baru 40 Desa yang terindeks Desa Maju, dan belum ada satupun Desa yang terindeks Mandiri.

“Tahun 2022, Kabupaten Cirebon, telah bebas desa sangat tertinggal, dan desa tertinggal. Bahkan, telah ada sebanyak 235 desa maju, dan sebanyak 79 desa berhasil terindeks Desa Mandiri,” kata Gus Halim.

Turut hadir juga dalam acara itu Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan Kemendes PDTT serta Kepala Desa yang meraih penghargaan. (*/msa)