Longsor di Serasan Natuna 2023, Ada Suntikan Semangat di Balik Kesedihan

Bupati Natuna Wan Siswandi saat meninjau langsung sisa-sisa peristiwa longsor di Serasan, pada Maret 2023 lalu. (ft dok kominfonatuna)

Natuna, Lendoot.com – Peristiwa longsor yang mengguncang Pulau Serasan Natuna, pada awal tahun 2023 lalu, masih meninggalkan duka bagi para korbannya.

Dari peristiwa longsor tersebut tumbuh juga kisah kepedulian terus diingat masyarakat, khususnya masyarakat yang menjadi bagian dari korban.

Di balik bencana yang merenggut banyak korban jiwa, keteguhan Bupati Natuna Wan Siswandi dan Wakil Bupati Rodhial Huda menghadirkan secercah harapan di tengah kegalauan.

Saat itu, banyak keluarga korban terpukul dan putus asa, kehadiran dua pemimpin ini membawa semangat baru. Mereka tidak hanya memantau dari jauh, tetapi turun langsung ke lokasi sejak hari pertama.

“Keduanya mendampingi warga dan relawan yang berjuang mengevakuasi korban longsor,” kata Heri Murdani, seorang warga yang rumahnya luluh lantak tertimbun longsor tersebut.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Natuna saat itu yang menambah kekuatannya menjalani hidup, karena selain harta benda, Heri Murdani juga kehilangan anak dan mertuanya dalam peristiwa tersebut.

“Harapan kami sempat hilang, tetapi ketika Pak Bupati dan Pak Wakil tetap bertahan di sini, kami merasa tidak sendirian. Mereka terus berjuang bersama kami sampai semua korban ditemukan,” ujar Heri dengan mata berkaca-kaca.

Kisah serupa juga diungkapkan Asnita yang kehilangan anggota keluarganya. Ia menceritakan bagaimana Bupati dan Wakil Bupati selalu hadir di lapangan, memberikan dukungan moral dan memastikan setiap langkah evakuasi berjalan dengan baik.

“Mereka tidak meninggalkan lokasi hingga pencarian selesai. Keteguhan dan kepedulian mereka memberikan harapan bagi kami yang nyaris putus asa,” tuturnya penuh haru.

Keberadaan Wan Siswandi dan Rodhial Huda yang tak kenal lelah hingga semua korban ditemukan mencerminkan kepemimpinan sejati.

Mereka memastikan proses pencarian berjalan teliti, terkoordinasi, dan tanpa ada yang terlewat. Kepedulian yang mereka tunjukkan bukan sekadar formalitas, melainkan tindakan nyata yang membangkitkan semangat warga dan para relawan.

Peristia longsor di Pulau Serasan itu bukan hanya tentang kehilangan tetapi juga tentang kepedulian dan keberanian pemimpin yang hadir bersama rakyatnya di saat-saat sulitnya.

Wan Siswandi dan Rodhial Huda telah memberikan teladan, bahwa di tengah bencana, pemimpin sejati adalah mereka yang hadir di garis depan, memberikan harapan dan kekuatan bagi rakyatnya. (cr1)