Lanud Raden Sadjad Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla di Natuna

Natuna – Lanud Raden Sadjad terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Natuna.

Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran perwakilan Lanud dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan karhutla yang digelar pada Rabu (25/3/2026) di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., diwakili Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., turut hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta organisasi perangkat daerah terkait seperti BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, dan BMKG Natuna.

Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi langkah penanganan sebelumnya serta penyusunan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi potensi karhutla tahun ini.

“Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya dan memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” tegasnya.

Rapat ini digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang pada tahun 2026 yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Natuna.

Dalam paparannya, BMKG Natuna menjelaskan bahwa penurunan curah hujan pada periode Februari hingga April dipengaruhi oleh fenomena El Nino serta angin muson Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut diperkirakan memicu puncak musim kemarau pada Maret hingga Mei.Situasi ini berpotensi meningkatkan munculnya titik api di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak.

Sebagai hasil rakor, seluruh peserta sepakat untuk meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan karhutla serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait, diharapkan potensi karhutla di Natuna dapat ditekan secara maksimal demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Rap)