Sebelum kita membahas lebih lanjut, penting untuk mengetahui bahwa kurir narkoba memiliki banyak sebutan. Di kalangan pelaku, mereka sering disebut sebagai tukang pikul, kuli panggul, becak atau mbecak. Bagi para pemasok besar, mereka dikenal sebagai transporter.
Kurir narkoba berasal dari berbagai latar belakang usia, dan tingkat pendidikan. Sebagian besar kurir narkoba yang ditangkap di Indonesia berusia antara 20-40 tahun. Beberapa tergiur oleh iming-iming keuntungan besar, sementara yang lain terpaksa atau ditipu untuk terlibat dalam aktivitas ilegal ini.
Alasan menjadi kurir.
Keuntungan finansial. Upah yang tinggi menjadi daya tarik utama.
Kurangnya kesempatan kerja: Kemiskinan dan sulitnya mencari pekerjaan yang layak mendorong seseorang mengambil risiko.
Ancaman: Tekanan atau ancaman terhadap diri sendiri atau keluarga menjadi alasan terpaksa.
Kurir narkoba menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan narkoba, seperti; Menyembunyikan narkoba dalam koper, tas, atau barang bawaan lainnya.Dalam tubuh: Menelan kapsul berisi narkoba atau menyembunyikannya di dalam tubuh.
Armada Pengangkutan. Untuk mengangkut narkoba, kurir sering menggunakan kendaraan darat: Mobil, bus, angkutan umum atau truk.
Jaringan Perdagangan Narkoba. Jaringan perdagangan narkoba sangat luas dan melibatkan banyak negara. Rute-rute umum yang digunakan antara lain;
Amerika Latin ke Amerika Utara: Jalur produksi kokain dari Kolombia dan Peru menuju Amerika Serikat.Afrika ke Eropa: Jalur penyelundupan heroin dan kokain dari Afrika ke Eropa. Asia Tenggara ke Australia: Jalur penyelundupan opium dan heroin dari Myanmar dan Laos menuju Australia.
Dalam tulisan ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang penyelundupan sabu-sabu dari Thailand melalui Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Pulau Karimun. (bersambung/msa)




