Karimun, Lendoot.com – Ada-ada saja ulah Yonggianto (20) warga Kecamatan Meral Kabupaten Karimun ini. Kesal sering cekcok dengan istri dibawa-bawa dengan laporan hoax ke pihak kepolisian.
Ulah Yonggianto berpura-pura menjadi korban begal ini terungkap setelah dirinya secara jantan menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Karimun atas kabar hoax tersebut.
Yonggianto yang mengaku memiliki dua orang anak itu mengatakan, tindakannya itu dilakukan karena kesal sering cekcok dengan istrinya terutama persoalan ekonomi.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Karimun yang telah menyebarkan informasi telah dibegal pada hari Senin 6 November 2023 di jalan menuju pelabuhan roro parit rempak Meral, sehingga membuat resah masyarakat.”
“Dengan ini saya nyatakan bahwa informasi saya dibegal tidak pernah terjadi, saya merekayasa cerita karena merasa depresi karena sedang mengalami masalah keluarga dan ekonomi, kebohongan itu dibuat agar keluarga percaya dan iba kepada saya,” kata Yonggianto didampingi keluarganya di Mapolres Karimun, Jumat (10/11/2023) malam.
Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus melalui Kasat Reskrim, AKP Gidon Karo Sekali menyebutkan, Yonggianti dan istrinya sering terlibat cekcok. Istrinya meminta Yonggianti untuk menceraikannya kembali.
“Setelah menikah mereka bercerai, kemudian empat bulan yang lalu rujuk, dan istrinya kembali minta diceraikan. Permasalahan ini membuat Yonggianto merasa pusing ataupun depresi, sehingga melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan,” ujarnya.
Gidion juga menyampaikan, pihaknya dengan segera menindaklanjuti untuk mencari kebenaran informasi yang sudah membuat resah masyarakat tersebut.
Setelah Yonggianto ditemukan langsung dibawa kelokasi yang menurutnya mengalami kejadian begal. Di TKP Yonggianto menerangkan tiba-tiba ditabrak oleh 4 orang di jalan menuju pelabuhan Roro, lalu ia melepaskan kunci motornya dan membuangnya agar tidak rampas oleh pelaku begal, dipukul, baju dan celananya di silet serta dimasukan pasir kedalam mulutnya.
Namun ia tidak mau melaporkan kejadian yang dialaminya dengan alasan tidak mau membersar-besarkan peristiwa dialaminya tersebut.
Kemudian lanjutnya, pada, Jumat (10/11/2023) sore dilakukan klarifikasi kembali dan Yonggianto mengakui telah membuat informasi palsu dan cerita bohong terkait peristiwa begal dialaminya yang sudah viral di media sosial.
“Ia mengaku membuat cerita bohong tersebut karena mengalami depresi terlilit berbagai permasalahan keluarga. Ia juga menerangkan sempat mencoba ingin bunuh diri dengan cara mensilet dirinya sendiri dan menjatuhkannya diri sendiri dari atas pohon,” tutur AKP Gidion. (yud)




