Lingga – Keluhan terhadap menu MBG di salah satu sekolah dasar di Dabo Singkep mencuat ke media sosial. Orang tua menilai sajian yang diberikan, dalam dua hari terakhir, tidak layak dan kurang memenuhi kebutuhan gizi anak.
Menu yang dipersoalkan terdiri dari jeruk, telur, puding dalam porsi kecil, serta kacang goreng yang disebut sudah hangus. Kacang goreng tersebut bahkan disebut disajikan selama dua hari berturut-turut.
Komplain ditujukan kepada pihak penyedia makanan yang melayani SDN 008 Singkep. Orang tua meminta evaluasi serius terhadap kualitas dan kelayakan menu.SCROLL TO
“Saya meminta tolong kepada SPPG yang melayani SDN 008 Singkep tolong diperhatikan pemenuhan gizi anak-anak tidak sesuai kebutuhan, saya merasa sebagai orang tua kurang puas apalagi di bulan Ramadan ini,” sebut salah satu wali murid di media sosial facebook.
Salah satu wali murid lainnya menyebut menu tersebut tidak sesuai harapan, terlebih di bulan Ramadan. Ia juga menyoroti tidak adanya susu seperti biasanya.
“Biasanya dapat susu, ini susu pun tak ada,” kata salah satu orang tua murid, Selasa (24/2/2026).
Kepala SDN 008 Singkep Azniah, membenarkan adanya keluhan dari orang tua siswa. Pihak sekolah, kata dia, telah meminta penjelasan kepada dapur penyedia MBG.
“Iya benar, kami pun sudah meminta kejelasan kepada dapur SPPG agar kami bjsa menjelaskan kepada orang tua,” katanya.
Ia menyebut menu sepenuhnya disiapkan pihak dapur SPPG. Sekolah tidak terlibat dalam penentuan maupun pengolahan makanan.
Menurut Azniah, beberapa orang tua mengeluhkan kacang goreng dalam kondisi gosong. Evaluasi diminta agar kejadian serupa tidak terulang. “Dari beberapa orang tua siswa mengaku kacang gorengnya gosong, Dan dua hari ini menunya masih kacang goreng,” ujarnya.
Para orang tua berharap ada perbaikan kualitas dan pengawasan ketat. Pemenuhan gizi anak dinilai harus menjadi prioritas utama dalam program MBG. (*/wan)




