Jalan Protokol di Tanjung Pinang Dipenuhi Tumpukan Sampah, Pegiat Lingkungan: Penegakan Perda Lemah

Tomy berharap akan adanya penegakan hukum yang tegas oleh pihak terkait kepada pelanggar aturan. “Kalau misalnya pemerintah kita konsisten untuk menegakkan aturan gitu loh dan dibentuknya Satgas, Insyaallah permasalahan ini lambat laun bisa akan teratasi gitu,” ucapnya.

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Kesadaran warga Kota Tanjungpinang terhadap kebersihan lingkungannya masih kurang rendah.

Berdasarkan pengamatan, tumpukan sampah rumah tangga dan sisa bangunan masih banyak dijumpai. Khususnya dari pantauan di Jalan Aisyah Sulaiman hingga ke Jalan Batu Naga, termasuk Jalan Statistik Kilometer 8 Atas.

Terlihat tumpukan sampah menghiasi jalanan di Kota Tanjung Pinang, mirisnya bukan hanya jalan di perkampungan saja tapi juga tumpukan sampah terlihat di jalan-jalan protokol.

Ketua Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) Kota Tanjungpinang, Tomy Darlius mengatakan, rendahnya kesadaran masyarakat akibat minimnya sosialisasi dari stakeholder terkait.

KPL sendiri kata Tomy, telah memberikan edukasi, imbauan hingga gotong-royong, namun tak kunjung menghentikan penumpukan yang terjadi.

“Dari KPL sudah banyak kami laksanakan baik melalui edukasi imbauan media sosial atau pemasangan spanduk gitu kan, tapi ya permasalahan tetap seperti itu,” katanya seperti dikutip dari sijoritoday, Sabtu (28/1/2023).

Selain itu, lemahnya penegakkan Perda sampah dinilai Tomy memberikan ruang kepada oknum masyarakat untuk membuang sampah sembarangan.

“Sebenarnya Perda itu ada cuma kan ibarat katakan di lapangan mandul bahasa kasarnya, bisa dikatakan enggak jalan gitu loh, nah itu yang bikin kita agak kecewa karena tidak dijadikan prioritas utama,” ujarnya.

Kendati demikian, Tomy mengakui hingga saat ini bak sampah yang disediakan pemerintah masih jauh dari kata cukup.

“Nah sekarang ini lah alasan mereka bak sampah jauh sedangkan untuk belanja kebutuhan dapur mereka rela belanja hingga ke Batu 8 atau 7 tapi kenapa membuang sampahnya mereka ngeluh merasa jauh,” ujarnya.

Tomy berharap akan adanya penegakan hukum yang tegas oleh pihak terkait kepada pelanggar aturan.

“Kalau misalnya pemerintah kita konsisten untuk menegakkan aturan gitu loh dan dibentuknya Satgas, Insyaallah permasalahan ini lambat laun bisa akan teratasi gitu,” ucapnya.

Selain itu, Tomy juga berharap agar pemerintah memenuhi kebutuhan bak sampah sehingga warga tidak malas membuang sampah pada tempatnya.

“Semoga kedepannya fasilitas umum ditambah dan ada upaya kita bersama mengusahakan dari barang yang ada ini menjadi tak ada,” tambahnya. (*/hel)