Helikopter Sikorsky Dikerahkan, SAR Natuna Perluas Pencarian KM Samudra Jaya Kelautan

NATUNA – Operasi pencarian KM Samudra Jaya Kelautan yang hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas terus ditingkatkan.

Memasuki hari kedua operasi, Selasa (4/8/2026), Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna memperluas pencarian dengan mengerahkan helikopter Sikorsky S-76C++ untuk melakukan pemantauan dari udara.

Helikopter PK-PUW milik PT Medco Energy International Anambas yang dioperasikan Pelita Air Service diterbangkan guna menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya kapal barang berukuran 10 Gross Ton (GT) tersebut.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pengerahan unsur udara dilakukan untuk mempercepat pencarian sekaligus memperluas jangkauan penyisiran yang sulit dijangkau melalui jalur laut.

“Tim telah melaksanakan pemantauan udara di empat titik surveillance dengan rute Matak–empat titik area pencarian–Matak dalam rangka mendukung Operasi SAR hari kedua terhadap KM Samudra Jaya Kelautan. Helikopter mendarat kembali di Matak pukul 11.53 GMT dengan aman,” ujar Abdul Rahman.

Dalam misi udara tersebut, sebanyak tujuh personel diterjunkan, terdiri dari dua pilot, dua personel Basarnas, dan tiga personel BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selain pemantauan udara, Tim SAR Gabungan yang menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna juga kembali melakukan penyisiran di sektor pencarian kedua.

Namun hingga operasi hari kedua berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun empat anak buah kapal (ABK) yang berada di dalamnya.

Keempat ABK yang masih dalam pencarian masing-masing adalah Samsul Bahri (54), Azan (41), Awang (65), dan Handay Yadi (40).KM Samudra Jaya Kelautan diketahui berangkat dari Air Sena, Tarempa, menuju Batam pada Senin (1/8/2026) pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan.

Kapal dijadwalkan tiba di Batam pada Selasa (2/8/2026) pukul 08.00 WIB, namun hingga kini tidak pernah tiba di tujuan dan hilang kontak.

Untuk mempercepat proses pencarian, Kantor SAR Natuna juga telah mengirimkan telegram koordinasi kepada Kantor SAR Tanjungpinang serta Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya, Malaysia, guna mengantisipasi kemungkinan kapal terbawa arus hingga ke wilayah perairan negara tetangga.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Anambas, Lanal Tarempa, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, SROP Tarempa, HNSI Kabupaten Anambas, serta dukungan unsur udara dari PT Medco Energy International Anambas.

Abdul Rahman menjelaskan, kondisi cuaca selama operasi relatif mendukung dengan kecepatan angin sekitar 12 knot dari arah selatan, jarak pandang mencapai 10 kilometer, dan cuaca berawan.

“Kami akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, baik unsur laut maupun udara, hingga keberadaan KM Samudra Jaya Kelautan beserta seluruh ABK dapat diketahui,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para nelayan maupun pelaut yang melintas di sekitar perairan Anambas hingga Tanjungpinang, khususnya di sekitar koordinat 02°18.000’N – 105°36.000’E, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal yang sedang dicari. (Rap)