Natuna — Harbour Energy dengan dukungan SKK Migas melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rencana Kegiatan Survei Geophysical & Geotechnical (G&G) Proyek Pengembangan Lapangan Tuna pada Kamis, 7 Mei 2026 di Adiwana Jelita Sejuba, Ranai, Kabupaten Natuna.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan tahapan pengembangan Proyek Tuna dilaksanakan secara terbuka, terkoordinasi, dan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta keterlibatan pemangku kepentingan.
Sosialisasi dihadiri oleh Bupati Kabupaten Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Kabupaten Natuna Jarmin Sidik, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, perangkat daerah terkait, perwakilan media, lembaga adat, serta pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Natuna.
Dalam kegiatan tersebut, Perusahaan menyampaikan gambaran umum dan konsep Proyek Pengembangan Lapangan Tuna, serta tujuan dan manfaat survei G&G dalam mendukung perencanaan desain dan pengembangan fasilitas offshore.
Selain itu, dipaparkan pula ruang lingkup survei geofisik dan geoteknik, rencana pelaksanaan survei pada periode Mei hingga Juli 2026, serta aspek kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan keamanan (HSES) yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Perusahaan juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lokal guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan survei.
Sebagai bagian dari komitmen investasi sosial perusahaan, kegiatan ini turut memaparkan pelaksanaan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Natuna, meliputi berbagai program yang telah dilaksanakan sejak masa Premier Oil, program yang sedang berjalan, serta rencana program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.Bl
Bupati Kabupaten Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan bahwa komunikasi terbuka antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan hal penting dalam setiap tahapan kegiatan pembangunan.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi seperti ini diperlukan agar informasi terkait rencana kegiatan dapat dipahami bersama serta komunikasi dan koordinasi antar pihak dapat terus berjalan dengan baik.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung proses penyampaian informasi dan koordinasi yang dilakukan secara terbuka.
Sementara itu, Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi dan hubungan kelembagaan di daerah operasi.
“Kami tentunya ingin memastikan bahwa informasi terkait kegiatan survei dapat tersampaikan dengan baik kepada para pemangku kepentingan. Selain aspek operasional, kami juga terus berupaya menjaga komunikasi yang konstruktif dan memperkuat program-program investasi sosial dalam bentuk Program PPM yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, perusahaan berharap proses komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dapat terus terjaga secara konstruktif seiring dengan pelaksanaan tahapan pengembangan Proyek Tuna ke depan. (Rap)



