Hafizhah 30 Juz Asal Sungai Luar Jadi Lulusan Terbaik dari 1.700 Santri, Berharap Rekomendasi Bupati Inhil untuk Beasiswa LPDP

Rohana, santriwati asal Desa Sungai Luar usai meraih peringkat pertama dalam ajang Wisuda Akbar ke XIV Menggenggam Mahkota Cahaya Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz 2025 di Provinsi Banten. (ft dok rohana)

Inhil – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putri daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rohana, santriwati asal Desa Sungai Luar, sukses meraih predikat lulusan terbaik (Pemuncak) dalam Wisuda Akbar ke-XIV Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz Tahun 2025 yang digelar di Provinsi Banten.

Gadis berusia 22 tahun ini berhasil menempati peringkat pertama dari sekitar 1.700 santri dan santriwati se-Indonesia. Capaian luar biasa dalam menghafal 30 juz Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Inhil di kancah nasional.

Di balik prestasi gemilangnya, Rohana menyimpan cita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan S1 ke luar negeri, tepatnya di universitas ternama di Arab Saudi. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang sederhana menjadi tantangan nyata yang harus ia hadapi.

Harapan satu-satunya adalah melalui jalur beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk memuluskan langkah tersebut, Rohana sangat mengharapkan dukungan moril dan administratif dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kondisi ekonomi keluarga dibilang cukup kerna dicukup-cukupkan. Rohana sangat berharap beasiswa LPDP ini bisa menjadi jalan untuk melanjutkan pendidikan, sehingga ke depan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi agama dan negara,” ungkap Rohana penuh harap, Minggu (29/3/2026).

Sebagai bentuk keseriusan, penerima penghargaan Santri Inspiratif ini mengaku telah mengajukan surat permohonan melalui Bagian Kesra Setda Inhil untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Bupati Indragiri Hilir. Dokumen tersebut merupakan salah satu syarat krusial dalam proses pendaftaran studi dan beasiswa yang ia ikuti.

Meskipun saat ini Rohana telah mengantongi surat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, ia merasa dukungan dari tanah kelahirannya akan menjadi energi tambahan yang sangat berarti.

“Rohana sudah memasukkan permohonan ke Bupati Inhil. Besar harapan saya agar Bapak Bupati berkenan memberikan dukungan berupa rekomendasi tersebut sebagai syarat pendaftaran. Mohon doanya semoga seluruh tahapan ini dipermudah,” tuturnya.

Rohana menegaskan bahwa keberhasilannya menggenggam “Mahkota Cahaya” sebagai penghafal Al-Qur’an merupakan buah dari doa orang tua dan bimbingan para guru. Saat ini, ia tengah fokus melengkapi berkas-berkas pendukung lainnya sembari menunggu kabar baik dari pemerintah daerah.

Prestasi Rohana diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indragiri Hilir bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional, asalkan memiliki ketekunan dan dukungan yang tepat dari berbagai pihak. (mhd)