Karimun, Lendoot.com – Setelah sempat heboh terkait tarif sewa yang dinilai fantastis untuk stan bazar Karimun Expo, pihak EO (event organizer) Gading Pekerjaevent, akhirnya memberikan klarifikasinya.
Pihak EO, Desi mengakui bahwa awalnya tarif ditetapkan sebesar Rp17 juta untuk lima hari. Belakangan, pihak penyewa stan yang ingin ikut menyampaikan penawarannya, yang akhirnya bisa dinegosiasikan dengan harga Rp5 juta sampai Rp10 juta per hari.
“Kita pasangkan tarif awalnya Rp17 juta per lima hari. Pertimbangannya,
fasilitasnya apa? Biaya operasionalnya, apalagi ada beberapa yang kita datangkan dari luar. Baru kita hitung global.”
“Dengan harga segitu masih sangat wajar. Tapi namanya penawaran kan, masih bisa dinegosiasikan, jadi swasta memang ada yang Rp5 sampai Rp10 juta, tergantung fasilitasnya, OPD juga begitu tergantung negosiasinya saja,” beber Desi.
Sementara mengenai tarif yang berbeda yang ditetapkan EO kepada pihak OPD (organisasi perangkat daerah), juga berlaku hal yang sama, Desi membantahnya.
“Tarif yang kita tawarkan itu awalnya memang Rp17 juta, tapi kan masih bisa dinegosiasikan. Banyak kok yang nego-nego, biasalah kita beri penawaran, mereka menawar lagi. Dan, belakagan tidak semua sebesar itu (Rp17 juta, red) lah,” terangnya.
Desi mengatakan bahwa di even yang ditangani EO tidak ada standarisasi harga atau tarif, bahkan untuk sebuah stan pameran. Jadi tergantung kegiatan yang diselenggarakannya dan fasilitasnya.
“Untuk Karimun Expo ini, setiap malam kita menggelar acara perlombaan yang ada hadiahnya, ada juga hadiah uang tunainya, dan juga kita kan ada artisnya, itu sudah termasuk tarif stan. Jadi peserta stan tidak dikeluarkan biaya lagi,” ungkapnya.
Ketika ditanya ada perbedaan tarif antara pihak OPD dengan perusahaan swasta, katanya, karena fasilitasnya yang didapat antara satu peserta dengan peserta lainnya juga berbeda-beda.
“Dari segi kualitas tendanya, ada yang hanya pakai tenda saja tanpa ada meja-kursinya. Tentu ada perbedaan, tapi soal tarif Rp17 juta itu tergantung negosiasinya OPD ke kita. Kita kan menawarkannya segitu, tapi ya biasalah, banyak yang nego-nego,” ungkapnya.
Mengenai keluhan sejumlah OPD sebelumnya yang merasa keberatan dengan tarif Rp17 juta per lima hari, Desi mengatakan itu karena ketidaktahuan peserta stan terkait biaya-biaya yang ditanggung EO.
“Mungkin kalalu tidak tahu, saya juga berpikir begitu ya? Tapi kan yang kita jual bukan sewa tendanya aja, sebenarnya itu event-nya. Mereka berasumsi seperti itu, wajar. Tapi perlu diketahui, biaya itu timbul karena sesuai fasilitas dan operasional, setiap hari itu ada acara, kita yang handle (tangani, red). perlombaan-perlombaan bukan tidak ada biayanya, belum biaya-biaya lainnya,” paparnya.
Sekaligi lagi, jelasnya, tarif itu masih ada harga negosiasi. “Rata-rata perusahaan-perusahaan itu ada yang Rp10 juta dan ada juga yang Rp5 juta. Tergantung negosiasinya saja,” jelasnya.
Terkait pengunjung, Desi mengatakan sangat terkejut mendapatkan antusias peserta yang tinggi menghadiri Karimun Expo tersebut. “Saya tak menyangka, setiap malam pengunjungnya banyak sekali, tidak seperti daerah lain,” pungkasnya. (msa)




