NATUNA – Sosok aparat penegak hukum tidak selalu identik dengan ruang sidang, penyidikan, atau penuntutan perkara. Di Pantai Teluk Sahi, Kabupaten Natuna, semangat pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan melalui aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan yang dipimpin langsung Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Dr. Diah Yuliastuti, S.H., M.H., CSSL.
Didampingi Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., beserta jajaran dan keluarga besar Kejaksaan Negeri Natuna, Wakajati Kepri memimpin kegiatan Kurvei (Kerja Bakti Bersih Lingkungan) di kawasan Pantai Teluk Sahi.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir yang menjadi salah satu kekayaan alam Natuna.
Sejak pagi, para peserta bergotong royong memungut sampah yang berserakan di sepanjang pantai dan membersihkan area publik di sekitar pesisir. Dengan penuh semangat, mereka menyusuri bibir pantai, mengumpulkan sampah plastik maupun limbah lainnya guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung.
Sebelum kegiatan dimulai, Wakajati Kepri memberikan arahan kepada seluruh peserta agar melaksanakan kurvei dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan sebagai bentuk kontribusi terhadap kelestarian lingkungan.
“Kegiatan kurvei ini bukan sekadar aktivitas membersihkan sampah, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita bersama terhadap lingkungan yang menjadi tempat hidup dan sumber penghidupan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan terjaga merupakan warisan yang harus kita pelihara untuk generasi mendatang,” ujar Diah Yuliastuti pada Rabu (24/06/2026).
Ia mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta rasa memiliki terhadap lingkungan agar kebersihan dan kelestarian alam dapat terus terjaga.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau institusi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan sederhana namun dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kita harus memulai dari hal-hal kecil. Budaya menjaga lingkungan akan tumbuh apabila setiap orang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di sekitarnya,” katanya.
Setelah kegiatan kurvei selesai, Wakajati Kepri kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam aksi bersih pantai tersebut.
Ia berharap kegiatan yang dilakukan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi alam di sekitarnya.
“Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadi contoh dan menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan di mana pun berada,” ungkapnya.
Diah juga menegaskan bahwa kawasan pantai sebagai salah satu aset alam unggulan Natuna memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan bersama.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, Dr. Erwin Indrapraja, mengatakan kegiatan kurvei tersebut merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan untuk hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berupaya terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Kegiatan kurvei ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Kajari Natuna juga mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya sehari-hari, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan fasilitas umum.
Melalui kegiatan tersebut, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Kejaksaan Negeri Natuna berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Lebih dari itu, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia diharapkan terus tumbuh dalam menjaga kelestarian alam, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang. (Rap)



