Tanjung Pinang, Lendoot.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengusulkan sekitar 500 formasi PPPK guru tahun 2022, dari 718 fomasi PPPK guru yang ada di Provinsi Kepri. Formasi tersebut telah diusulkan pada 2021 lalu.
Ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung yang menyebut, dari sebanyak 718 formasi PPPK guru tahun ini, sekitar 250 di antaranya merupakan sisa formasi di tahun 2021.
Andi menjelaskan, pada seleksi PPPK guru tahun 2021, Kepri memperoleh kuota 850 formasi, namun yang terserap hanya 600 formasi.
“Tahun 2020 kita mengajukan 1.750 formasi tetapi Kemenpan-RB menyetujui 850. Ini lah yang diteskan di tahap pertama dan kedua kemarin.”
“Tahap ketiga tidak berjalan karena sudah melewati tahun anggaran. Dari 850 formasi yang terakomodir hanya 600, sisanya dimasukkan di tahun 2022,” katanya seperti dikuti dari sijoritoday, Jumat (7/10/2022).
Andi menerangkan, keterbatasan anggaran menjadi alasan Disdik Kepri hanya mengusulkan 500 formasi.
Perekrutan ASN-PPPK harus dibarengi dengan peningkatan dana transfer dari pusat agar tidak membebani keuangan daerah.
Ia mengungkapkan, saat ini ada 2.440 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non ASN di Kepri, setiap tahunnya Pemprov Kepri menganggarkan gaji Rp80 miliar.
Selain itu ada juga 900 guru honorer sekolah yang digaji menggunakan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS).
Lagipula kata Andi, berkaca juga pada tahun 2020 dimana Disdik Kepri mengusulkan 1.750 formasi, namun Kemenpan-RB hanya menyetujui 850 formasi.
“Kita usulkan 3.064 akan disetujui semua? Kan nggak. Jika tidak diselingi dana alokasi umum maka akan memberatkan keuangan daerah,” terangnya.
Andi menegaskan, Disdik Kepri terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para guru melalui seleksi PPPK.
Ia akan mengupayakan 3.064 total kebutuhan PPPK guru terpenuhi di tahun 2023 dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah.
“Untuk 2023, kita usulkan semuanya nantinya,” ujarnya. (*/nue)




