BP Batam Dukung Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Waduk Duriangkang

Gangguan terhadap distribusi air bersih ini sudah menjadi keluhan utama masyarakat sejak beberapa bulan terakhir, bahkan saat Ramadan lalu. “Sekitar seminggu lalu, saya sudah rapat bersama pengelola. Saya sampaikan, jika ada masalah segera diselesaikan,” tegas Rudi di hadapan awak media, belum lama ini. Orang nomor satu di Kota Batam itu juga mengakui bahwa persoalan air sudah terjadi sejak masa transisi pengelolaannya. Sekitar dua atau tiga tahun terakhir lalu. Meski di beberapa titik suplai air masih terganggu, Rudi meminta agar pengelola dapat segera menyelesaikan permasalahannya dalam tiga bulan ke depan. “Sampai hari ini, menurut saya, permasalahan di beberapa titik sudah selesai. Tak dapat dipungkiri, persoalan air menjadi prioritas BP Batam. Karena ini hak dasar seluruh masyarakat,” tambahnya.

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyambut positif rencana penanaman 1.000 pohon mahoni oleh Keluarga Besar Banjarnahor Kota Batam. Aksi penghijauan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir Juli 2025 dan dinilai sangat strategis dalam menjaga kelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk, yang menjadi sumber utama air baku bagi Kota Batam.

Apresiasi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, saat menerima kunjungan silaturahmi perwakilan Keluarga Besar Banjarnahor pada Selasa (15/7/2025) pagi.

Pentingnya Penghijauan untuk Ketahanan Air Baku

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat, khususnya dari keluarga besar Banjarnahor. Program penghijauan seperti ini sangat penting untuk menjaga ketahanan daerah tangkapan air,” ujar Ariastuty, yang akrab disapa Tuty.

Ia menekankan bahwa Kota Batam hingga saat ini masih mengandalkan air hujan sebagai sumber utama air baku. Air tersebut kemudian ditampung di waduk dan diolah menjadi air bersih yang disalurkan ke masyarakat dan sektor industri.

“Oleh karena itu, kami terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak dalam program penghijauan. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah DTA demi menjaga kualitas air,” tegasnya.

BP Batam menyarankan agar penanaman pohon dilakukan di area Waduk Duriangkang. Waduk ini memiliki luas DTA mencapai 7.259,10 hektare dan berperan sebagai penopang utama—yakni 70 persen—pasokan air bersih di Batam.

Kontribusi Nyata Keluarga Besar Banjarnahor

Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Besar Banjarnahor Kota Batam, Ridon Marbun, menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam terhadap program tersebut.

“Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 peserta dan kami juga akan mengundang para pimpinan baik dari tingkat pusat maupun daerah. Kami berharap ini menjadi kontribusi nyata untuk pelestarian lingkungan, khususnya kawasan waduk di Batam,” ujarnya.

Inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi positif antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air di Kota Batam. (rst)