Batam, Lendoot.com –DPRD Kota Batam menetapkan Peraturan Daerah (Perda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024, Rabu (24/7/2024) siang. APBD Perubahan (APBD-P) ditetapkan sebesar Rp3,831 triliun lebih.
Penetapan ini dilaksanakan da)lam rapat paripurna di DPRD Kota Batam dengan nilai APBD yang bertambah Rp 295,5 miliar lebih dibandingkan APBD TA 2024 ini. Untuk diketahui, APBD 2024 sebesar Rp3,536 triliun lebih.
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Muhammad Kamaludin didampingi Wakil Ketua II Muhammad Yunus Muda. Sementara dari Pemko Batam hadir langsung Wali Kota Muhammad Rudi SE MM serta sejumlah kepala OPD. Telihat pula tamu undangan dari Forkompimda dan tokoh masyarakat.
Saat memulai paripurna, Kamaludin mempersilahkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD untuk menyampaikan laporan akhir pembahasan Ranperda Perubahan APBD dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 yang diajukan Pemko Batam. Juru bicara Banggar Nina Mellanie Bbus MM membacakan laporan.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi hadir di dalam rapat paripurna DPRD Kota Batam menetapkan Peraturan Daerah (Perda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024, Rabu (24/07/2024) siang.
“Apresiasi kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membahas Ranperda Perubahan APBD ini sehingga dapat dilaporkan pada rapat paripurna terhormat sekaligus pengambilan keputusan.”
“Juga kepada tim anggaran pemerintah daerah dan OPD yang bersungguh-sungguh dalam pembahasan, serta tenaga ahli, dan tim Sekretariat DPRD yang telah men-support Banggar selama pembahasan sehingga berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ungkap Nina memulai pembacaan laporan Banggar.
Nina juga memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi yang menjadi pertimbangan dalam pembahasan APBD Perubahan (APBDP) tersebut. Di antaranya asumsi pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2024 yang semula ditetapkan 6,75 persen sampai 7,08 persen dalam APBD murni, diperkirakan mengalami peningkatan menjadi 6,7 persen sampai 7,5 persen hingga akhir tahun ini. Perubahan diperkirakan terjadi akibat pengaruh peningkatan nilai ekspor ke Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan sampai akhir tahun 3,1 persen sampai 3,2 persen. Sementara tingkat konsumsi riil per kapita pula diperkirakan Rp 19.190.000, meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu sebesar Rp18.990.000. (rst)




