Anambas — Dampak musim kemarau mulai melumpuhkan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Kondisi paling krusial terjadi di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, tempat warga kini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dan kebersihan harian akibat sumber air lokal yang terus menyusut.
Kondisi geografis wilayah kepulauan memperparah keadaan karena distribusi pasokan darurat harus menyeberangi jalur laut.
Merespons krisis kekeringan tersebut, pasokan air bersih darurat sebanyak 20 ton (20.000 liter) akhirnya disalurkan ke Desa Sri Tanjung pada Senin (31/8/2026). Air bersih diangkut dari Pelabuhan Tarempa menggunakan KM Star 58 (GT 30) dan pompong warga dengan pengawalan Satpolairud Polres Kepulauan Anambas.
Setibanya di lokasi, personel gabungan Polres Kepulauan Anambas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta pemerintah desa setempat langsung mendistribusikan air bersih kepada warga yang sudah menunggu.
Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Shallahuddin, S.H., menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Ketika warga mengalami kesulitan air bersih, kami berupaya membantu sesuai kemampuan. Kami juga mengimbau masyarakat agar mempergunakan pasokan air ini secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung,” ujar Shallahuddin.
Krisis pasokan di wilayah pesisir ini menjadi pengingat krusialnya penanganan masalah kekeringan di daerah kepulauan. Pasokan air darurat tersebut diharapkan dapat mengganjal kebutuhan pokok warga Sri Tanjung hingga sumber air kembali normal. (bud)



