Karnaval Senayang Akhirnya Kembali Digelar setelah Lima Tahun Dinanti

Lingga – Setelah lebih dari lima tahun tak terdengar riuh karnaval, jalan utama Pulau Senayang kembali dipenuhi warna, kreativitas dan tawa pada 18 Agustus 2026, sekaligus untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026.

Momen itu terasa istimewa karena menjadi karnaval perdana yang kembali digelar setelah masyarakat menunggu begitu lama.

Karnaval tersebut digelar OSIS dan PIK-R SMA Negeri 1 Senayang sebagai panitia, dengan dukungan para guru, dan Kepsek Smansa Senayang Erizal Saragih serta wadah dari SMA Negeri 1 Senayang. Hampir seluruh sekolah di Kelurahan Senayang ikut ambil bagian, mulai dari SD, MIS, SMP, MTs hingga SMK.

Peserta berjalan menyusuri rute jalan utama Pulau Senayang dengan beragam kreasi yang mereka tampilkan. Antusiasme juga terlihat dari warga yang keluar menyaksikan, seolah melepas kerinduan terhadap sebuah tradisi yang sempat lama hilang.

Lima tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah kegiatan yang pernah menjadi bagian dari kemeriahan masyarakat. Karena itu, kembalinya karnaval tahun ini bukan sekadar agenda perayaan, tetapi juga menjadi momen yang membawa kembali kenangan dan kebersamaan warga Senayang.

Di balik kemeriahan tersebut, panitia menghadapi keterbatasan yang tidak ringan. Jumlah anggota OSIS dan PIK-R yang menjadi panitia terbatas, sementara dana yang tersedia juga sangat minim untuk menggelar kegiatan dengan peserta sebanyak itu.

Namun keterbatasan tersebut tidak membuat semangat panitia dan peserta surut. Kreativitas peserta, kerja keras panitia serta dukungan guru mampu membuat karnaval tetap berjalan lancar dan meriah.

Ketua Panitia Karnaval, Afriandi Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi panitia karena harus menggelar kegiatan besar dengan sumber daya yang terbatas. Meski demikian, seluruh panitia berusaha memberikan yang terbaik agar kerinduan masyarakat terhadap karnaval dapat terobati.

“Kami memang memiliki keterbatasan, baik dari jumlah panitia maupun dana. Tetapi kami tidak ingin keterbatasan itu menghentikan kegiatan yang sudah lama dinantikan masyarakat,” kata Afriandi Putra, kemarin.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sarini, melalui guru SMA Negeri 1 Senayang, Nanda YT, mengapresiasi kerja keras para siswa yang telah mampu menghidupkan kembali karnaval di Kecamatan Senayang.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya,” ujar Nanda.

Karnaval 2026 akhirnya bukan hanya meninggalkan kemeriahan di sepanjang jalan utama Pulau Senayang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cerita tentang kerinduan yang terbayar setelah lima tahun.

Sekaligus bukti bahwa sebuah tradisi bisa kembali hidup ketika ada anak-anak muda yang mau memperjuangkannya. (wan)