Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi menghadirkan Sistem Informasi Digitalisasi Ekonomi dan Kerajinan (SIDEKRA). Platform digital berbasis web ini dirancang khusus untuk mempertemukan para pengrajin lokal dengan calon pembeli secara langsung dalam satu layanan terpadu.
Kehadiran SIDEKRA bertujuan untuk memperluas akses pemasaran produk kerajinan khas daerah. Guna menjaga mutu, setiap produk yang ditampilkan wajib melewati proses kurasi ketat oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang.
Platform yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dekranasda Kota Tanjungpinang ini menjadi etalase digital resmi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) binaan pemerintah daerah.
Menjembatani Pengrajin dengan Pasar Global
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengungkapkan bahwa banyak produk kerajinan daerah yang memiliki kualitas saing tinggi, namun selama ini masih terkendala oleh terbatasnya akses pemasaran.
“Selama ini produk kerajinan kita memiliki kualitas yang baik, tetapi akses pemasarannya masih terbatas. SIDEKRA hadir untuk menjembatani pengrajin dengan pasar secara lebih cepat, mudah, dan terpercaya,” ujar Teguh, Senin (22/6/2026).
Melalui platform ini, para pengrajin dapat menampilkan profil usaha serta katalog produk mereka secara digital. Mekanisme transaksinya pun sangat praktis:
Pembeli cukup memilih produk yang diinginkan melalui website.
Pembeli langsung terhubung dengan pengrajin via tombol WhatsApp yang terintegrasi.
Transaksi dilakukan secara langsung tanpa perantara, sehingga lebih menguntungkan pengrajin.
Keunggulan SIDEKRA: Terverifikasi dan Terpercaya
Berbeda dengan marketplace umum, SIDEKRA menawarkan keamanan dan kepastian kualitas. Platform ini hanya menampilkan produk yang telah melalui proses verifikasi dan kurasi resmi dari Dekranasda.
Penggunaan domain resmi pemerintah daerah menjadi jaminan bahwa seluruh pelaku usaha yang terlibat merupakan mitra binaan yang valid.
“Karena dikelola pada domain resmi pemerintah daerah bersama Dekranasda, produk yang ditampilkan berasal dari pengrajin yang terdata dan dibina secara resmi,” jelas Teguh.
Selain menjadi kanal pemasaran gratis tanpa biaya promosi tambahan bagi pengrajin, SIDEKRA juga berfungsi sebagai basis data (database) sektor kerajinan daerah. Data ini nantinya akan digunakan pemerintah untuk memetakan potensi, memperkuat industri kreatif, serta merumuskan kebijakan pembinaan UMKM ke depan.
Dukungan Transformasi Digital dan Inovasi Daerah
Teguh mengajak seluruh pelaku UMKM dan IKM di Tanjungpinang untuk memanfaatkan platform ini secara maksimal demi meningkatkan daya saing di era transformasi digital. Masyarakat maupun wisatawan yang ingin berburu kerajinan khas Tanjungpinang kini dapat mengaksesnya dengan mudah.
“Akses SIDEKRA dapat dilakukan melalui laman resmi: https://sidekra.tanjungpinangkota.go.id,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam pembangunan daerah, inovasi SIDEKRA saat ini juga diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah 2026 yang diselenggarakan oleh Bappelitbang Kota Tanjungpinang, mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Pelayanan Publik Berkualitas, Tata Kelola Efektif, dan Pembangunan SDM Unggul.” (*/fji)
Artikel ini telah tayang di tanjungpinangkota.go.id berjudul SIDEKRA BUKA AKSES PASAR DIGITAL BAGI PENGRAJIN TANJUNGPINANG



