Indragiri Hilir – Guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan menyukseskan program Swasembada Pangan Tahun 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Reteh bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Utama menggelar aksi penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026.
Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan di kawasan Parit Bengkok, Dusun Karya Jaya, Desa Sungai Terab, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Jumat pagi (22/5/2026).
Aksi nyata di sektor pertanian ini diinisiasi atas instruksi langsung dari Kapolsek Reteh, AKP Syahril, S.H., yang ditindaklanjuti secara aktif di lapangan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Terab, Brigadir Donni Haryadi.
Langkah kolaboratif ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Terab, Raupek, Direktur Utama BUMDes Sumber Utama, Anwar, serta dibantu oleh enam orang pekerja setempat.
Target dan Realisasi Lahan
Dalam kegiatan penanaman perdana ini, lahan milik BUMDes Sumber Utama seluas 2 (dua) hektar ditargetkan terisi penuh oleh tanaman jagung. Pada hari pertama pelaksanaan, para pekerja berhasil menanam bibit jagung di lahan seluas kurang lebih seperempat hektar.
Dirut BUMDes Sumber Utama, Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan stok bibit sebanyak 25 kilogram.
”Hari ini kami sudah menggunakan sekitar 5 kilogram bibit. Dengan sisa stok yang ada, kami mengestimasikan seluruh bibit jagung seberat 25 kilogram ini akan habis tertanam dalam waktu tiga hari ke depan,” jelas Anwar.
Secara terpisah, Kapolsek Reteh AKP Syahril, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung program prioritas nasional.
”Melalui pemanfaatan lahan produktif ini, Polri berharap dapat mendampingi masyarakat meningkatkan hasil pertanian lokal. Komoditas jagung adalah salah satu pilar penting bagi ketahanan pangan. Program ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat swasembada pangan yang kokoh di seluruh penjuru nusantara,” ujar AKP Syahril.
Selain memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, program ini diharapkan mampu meminimalkan ketergantungan masyarakat terhadap impor bahan pangan luar negeri dengan cara membangun lumbung-lumbung pangan mandiri di daerah pelosok.
Kegiatan penanaman jagung perdana yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut selesai pada pukul 10.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. (mhd)



