Ansar Ahmad Luncurkan Bantuan Pangan di Natuna, Penerima Meningkat dan Stok Beras Dipastikan Aman

Natuna – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Gudang Bulog Ranai, Kabupaten Natuna, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, anggota DPRD Provinsi Kepri Mustamin Bakri dan Daeng Amhar, Bupati dan Wakil Bupati Natuna, unsur Forkopimda, instansi vertikal, para lurah se-Kecamatan Bunguran Timur, serta masyarakat penerima manfaat.

Kepala Cabang Perum Bulog Natuna, Pencius Siburian, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Ia mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan di Kabupaten Natuna dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah penerima meningkat dari 3.868 pada 2025 menjadi 7.321 pada 2026, atau naik sebesar 89,27 persen. Ini menunjukkan perluasan jangkauan program agar lebih banyak masyarakat menerima manfaat,” ujarnya.

Dalam penyaluran kali ini, setiap penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena alokasi diberikan untuk dua bulan, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per orang.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Bulog atas peran aktif dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan hingga ke wilayah perbatasan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bulog Kanwil Kepulauan Riau dan Bulog Cabang Ranai atas dedikasinya dalam memastikan bantuan ini tersalurkan dengan baik,” kata Ansar.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 143.034 orang, dengan total stok bantuan tahun 2026 sebanyak 2.860.680 kilogram beras dan 573.137 liter minyak goreng. Khusus Kabupaten Natuna, tercatat 7.321 penerima manfaat.

Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur juga meninjau langsung persediaan cadangan beras di gudang Bulog Ranai. Berdasarkan penjelasan pihak Bulog, stok beras di Natuna dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga empat sampai lima bulan ke depan.

Menurut Ansar, ketersediaan pangan di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar distribusi bahan pangan, terutama beras, dapat menjangkau seluruh pulau.

“Kita harus terus berkolaborasi agar seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terluar, memiliki ketersediaan pangan yang memadai,” tegasnya.

Selain itu, Ansar juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung program hemat pangan yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat sejak satu setengah tahun terakhir.Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian sementara, pemborosan pangan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp150 triliun per tahun.

“Gerakan stop boros pangan ini penting. Kita harus makan sesuai kebutuhan. Ini juga menjadi perhatian bagi rumah makan, termasuk penyajian porsi yang lebih bijak,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya efisiensi konsumsi pangan, guna menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok.

Menurutnya, jika pengelolaan pangan dilakukan dengan baik dan terjadi surplus, maka peluang ekspor terbuka lebar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ansar optimistis program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dapat terus berjalan dengan baik, meskipun tetap perlu diwaspadai berbagai faktor seperti perubahan iklim, cuaca, dan masa panen.

“Mudah-mudahan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan ketahanan pangan kita semakin kuat,” pungkasnya. (Rap)