Karimun – Ratusan perahu layar mini siap menghiasi cakrawala Pantai Indah, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, dalam ajang Festival Jong Nusantara 2026. Perhelatan budaya maritim ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11 Januari 2026).
Festival permainan tradisional khas Melayu ini dirancang sebagai wadah pertemuan budaya maritim, sekaligus upaya menghidupkan kembali pelestarian Jong di tengah arus modernitas.
Kepala Desa Pangke, Djunaidi, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 300 peserta telah mendaftarkan diri dari target total 500 peserta.
“Peserta tidak hanya datang dari Karimun dan Kepulauan Riau, tetapi juga dari luar provinsi hingga mancanegara seperti Malaysia. Bahkan, informasinya akan ada seorang Jenderal bintang tiga yang turut berpartisipasi dalam perlombaan ini,” ujar Djunaidi, Rabu (7/1/2026).
Festival Jong Nusantara 2026 akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya. Selain kompetisi kecepatan dan ketepatan layar Jong, acara ini juga akan diselingi dengan kegiatan positif lainnya, seperti:
Aksi Penanaman Pohon: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Hiburan Rakyat: Berbagai penampilan seni yang melibatkan masyarakat lokal untuk menghidupkan suasana festival.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi apik antara Pemerintah Desa Pangke, Persatuan Pemuda Meral (PAMERAL), dan segenap elemen masyarakat Desa Pangke.
Djunaidi menegaskan bahwa tujuan utama festival perdana di Desa Pangke ini adalah edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai identitas budayanya.
“Ini adalah titipan bagi generasi muda. Kami ingin memastikan permainan tradisional Jong tetap hidup, dicintai, dan tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.
Pemerintah Desa Pangke berharap Festival Jong Nusantara ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat identitas Kabupaten Karimun sebagai pusat budaya maritim di Nusantara. (rko)




