Bau Menyengat di KM Polo Pekajang Berasal dari Kontainer Daging Busuk dan Limbah Oli

KM Polo yang terdampar di perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, kemarin. (ft wandi)

Lingga – Misteri aroma tidak sedap yang menyelimuti perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, akhirnya terungkap. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep mengungkapkan bahwa KM Polo yang terdampar di wilayah tersebut membawa muatan berbahaya yang kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan ekosistem laut.

Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, M.Tr.Opsla, mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak mendekati bangkai kapal kargo tersebut karena statusnya kini menjadi zona bahaya limbah biologis dan kimia.

Berdasarkan investigasi mendalam tim Lanal Dabo Singkep, KM Polo mengangkut 10 unit kontainer. Namun, hasil pengecekan di lapangan menemukan kondisi muatan yang sangat memprihatinkan:

Muatan daging ini terdapat dalamlima Kontainer. Daging diperkirakan telah mengalami dekomposisi ekstrem, menjadi sumber bau menyengat dan potensi penyebaran bakteri berbahaya.

Limbah Oli di Palka di ruang penyimpanan bawah (palka), juga ditemukan genangan oli yang telah bercampur dengan air laut. Campuran ini sangat berisiko jika terpapar kulit manusia atau mencemari terumbu karang di sekitar Pulau Pekajang.

Muatan Lainnya di antaranya ada satu kontainer berisi tumpukan tali dan karung dalam kondisi terbuka, sementara 4 kontainer lainnya dipastikan kosong.

“Kami mengimbau masyarakat agar benar-benar menjauh dari lokasi kapal. Kontaminasi bakteri dari daging busuk dan paparan limbah oli ini sangat berbahaya bagi kesehatan,” tegas Letkol Hendro, Jumat (2/1/2026).

 Upaya penanganan dan evakuasi bangkai kapal serta muatannya kini menghadapi tantangan besar dari faktor alam. Saat ini, wilayah perairan Lingga tengah memasuki Musim Utara yang membawa gelombang tinggi dan angin kencang.

Letkol Hendro menjelaskan bahwa ketinggian gelombang di sekitar posisi kapal terdampar saat ini mencapai 1 hingga 4 meter. Kondisi ini sangat berisiko bagi tim evakuasi dan dikhawatirkan dapat merusak struktur kontainer lebih jauh, sehingga memicu kebocoran limbah yang lebih luas ke laut.

Untuk mengantisipasi adanya warga yang nekat mendekat atau mencoba menjarah barang dari kapal, TNI Angkatan Laut terus melakukan pengawasan intensif secara berkala di lokasi kejadian.

Keamanan nyawa warga dan perlindungan ekosistem pesisir Pulau Pekajang menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta bersabar hingga kondisi cuaca memungkinkan bagi otoritas terkait untuk melakukan langkah pembersihan dan evakuasi kontainer yang terkontaminasi tersebut. (*/wan)