Stok Beras Bulog di Batam Aman, Kualitasnya Bersih dan Bebas Hama

Stok beras Bulog di Gudang Bulog Batam. (ft anto batamclick)

Batam —  Stok beras Bulog di Kota Batam mencapai 4.273 ton. Jumlah ini bukan hanya mencukupi, tetapi kualitasnya juga terjaga bersih, bebas hama, dan siap dikonsumsi masyarakat Batam yang membutuhkan.

Di tengah kekhawatiran soal kualitas pangan, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, menegaskan bahwa setiap butir beras yang tersimpan dalam gudang Bulog dirawat seperti aset berharga, karena memang begitulah adanya.

 “Kami melakukan perawatan gudang setiap hari, dari kebersihan lantai hingga pengaturan suhu. Sementara untuk mencegah hama seperti gurem, kami rutin melakukan fumigasi dua hingga tiga bulan sekali,” kata Guido, saat dihubungi di Batam seeprti dikuti dari batamclick.id, siang ini.

Fumigasi dan Perawatan: Ritual Penting Demi Mutu yang Terjaga

Fumigasi bukan sekadar formalitas. Saat ada tanda-tanda hama seperti gurem atau sitophilus oryzae, tim Bulog segera bergerak. Mereka menyungkup beras dengan plastik fumigasi dan melakukan penyemprotan selama 11 hari penuh menggunakan obat khusus.

Setelah itu, kembali mensterilkan gudang, memeriksa ulang, dan mengawasi dengan ketat agar tidak terjadi kontaminasi silang. Semua ini dengan satu tujuan: memastikan beras yang sampai di piring warga Batam tetap layak, sehat, dan bergizi.

Tak Hanya Beras: Stok Pangan Lain Juga Disiapkan

Selain beras medium (PSO) dan beras premium sebanyak 13,76 ton, Bulog Batam juga mengelola cadangan logistik lain. Di antaranya 9.622 liter Minyakita dan 288 dus air mineral Sanford, sebagai pelengkap upaya menjaga ketahanan pangan lokal.

Guido juga mengakui saat ini stok gula kemasan memang belum tersedia. “Kami masih menunggu kedatangan bahan baku untuk pengemasan. Begitu tiba, langsung kami distribusikan,” tambahnya.

Menjaga dari Gudang, Menjangkau Hingga ke Dapur Warga

Seluruh upaya ini bukan hanya bagian dari tugas Bulog, tapi juga wujud nyata dari komitmen menjaga keamanan pangan warga Batam dan Kepri. Karena bagi Bulog, beras bukan sekadar komoditas, tapi pondasi kehidupan.

Guido menegaskan, berapa pun banyaknya permintaan, Bulog Batam siap menyalurkan beras kapan pun ada yang membutuhkan.

“Kami jaga kualitasnya, kami pastikan kebersihannya. Saat masyarakat butuh, kami siap. Ini tugas kami untuk negeri,” tutupnya. (*/rst)