Karimun – Polres Karimun terus berupaya mencegah terjadinya kasus bunuh diri yang semakin marak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat.
Bhabinkamtibmas Desa Tulang, Brigadir Teguh Setiawan, misalnya. Secara aktif dia berkomunikasi dengan warga untuk mendeteksi dini tanda-tanda depresi atau masalah mental yang dapat memicu tindakan bunuh diri.
“Kami tidak hanya sekedar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar Brigadir Teguh.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiawa juga menegaskan bahwa pencegahan bunuh diri merupakan tanggung jawab bersama. “Polri tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Untuk mengungkap akar masalah dan mencegah kejadian serupa terulang, Polres Karimun melakukan berbagai upaya, termasuk pendekatan sosial melalui Bhabinkamtibmas.
“Kami akan melakukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus bunuh diri di Karimun,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiawa. “Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan psikolog dan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan konseling bagi masyarakat yang membutuhkan.”
Selain upaya pencegahan, Polres Karimun juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. “Jika ada tetangga atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau stres, segera laporkan kepada pihak berwajib,” imbau Robby.
Kejadian kasus bunuh diri terbaru terjadi di Perumahan Sraya Residence, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral pada awal Januari 2025.
Korban yang nekat mengkahiri nyawanya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya, seorang laki-laki di Karimun berinisial H (42). Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sekitar pukul 19.00 WIB saat tiba di rumah setelah pulang kerja. (msa)




