Batam – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, memberikan klarifikasi terkait biaya penggunaan Fuel Card 5.0 untuk pembelian BBM bersubsidi Pertalite.
Ia menegaskan bahwa biaya yang dikenakan sebesar Rp20.000 per bulan, bukan Rp25.000 seperti berita yang beredar di masyarakat sebelumnya.
“Biaya sebesar Rp20.000 per bulan meliputi biaya administrasi, asuransi kecelakaan, biaya sistem informasi, dan biaya pembuatan kartu,” ujar Gustian.
Gustian menyebutkan, selain memudahkan transaksi pembelian BBM bersubsidi, penggunaan Fuel Card 5.0 juga memberikan sejumlah manfaat bagi pengguna, antara lain:
Asuransi kecelakaan. Setiap pengguna Fuel Card 5.0 secara otomatis terlindungi oleh asuransi kecelakaan.
Transaksi lebih aman: Penggunaan kartu mengurangi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Data transaksi tercatat: Data transaksi pembelian BBM dapat digunakan untuk analisis dan evaluasi program.
Ini juga untuk mendukung program pemerintah. Penggunaan Fuel Card 5.0 mendukung program pemerintah dalam penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran.
Sementara itu, Gustian juga menjelaskan terkait baru tiga bank yang melayani program Fuel Card 5.0, yaitu Bank Sumut, Bukopin, dan CIMB Niaga. Hal ini dikarenakan program ini membutuhkan sistem yang kompleks dan tidak semua bank siap untuk menjalankannya.
Pemimpin Cabang Bank Sumut Batam, Thomas Tarigan, menambahkan bahwa biaya administrasi yang dikenakan digunakan untuk mendukung operasional sistem dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah.
“Kami berharap dengan adanya Fuel Card 5.0, Bank Sumut dapat semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Thomas. (rst)




