Kepri Siaga Kebakaran! BMKG Batam Imbau Masyarakat Waspada

Kapolres Karimun AKBP Ryky W Muharam melalui Kasi Humas Iptu Jordan Manurung bahwa, pihaknya sudah menangani sebanyak 31 Karhutla tersebut. “31 kasus atau kejadian karhutla di Kabupaten Karimun sejak Januari-Mei 2023,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/5/2023). Iptu Jordan belum menyampaikan berapa luas lahan (hektar) yang terbakar dari 31 kasus itu. “Untuk data berapa luas lahan yang terbakar nanti ya. 31 kasus karhutla periode Januari-Mei 2023 terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Karimun,” katanya.

Batam, Lendoot.com – Kemarau panjang akan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Batam dan sekitarnya, umumnya di Provinsi Kepri.

Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap Karhutla tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengingatkan bahwa Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan perekonomian.

Asap tebal akibat kebakaran dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan mengurangi kualitas udara.

“Untuk mencegah hal ini, masyarakat diimbau menghindari pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, dan selalu memastikan api unggun benar-benar padam,” ujar Suratman.

Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Suhu udara di Batam yang terus meningkat membuat kondisi semakin kering dan rawan kebakaran. BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mencatat, suhu maksimum di Batam saat ini mencapai … derajat Celsius. Kondisi ini diperparah dengan kelembaban udara yang rendah, sehingga memicu potensi terjadinya Karhutla.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat perlu memahami bahwa karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga kerugian ekonomi,” tegas Suratman. (rst)