Batam, Lebndoot.com – Masalah pendidikan, khususnya terkait daya tampung sekolah saat tahun pelajaran baru di Kota Batam, berangsur terurai. Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Jefridin berpikir keras dengan memberi beberapa solusi alternatif.
Saat rapat pembahasan RKPD dan PPDB di ruang rapat Sekda Lantai II Kantor Wali Kota Batam, kemarin, masalah daya tamping siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SD Tahun Pelajaran 2023/2024 terungkap.
Ini setelah Jefridin menerima laporan dari Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Nila Desmini Indriani bahwa data rekapitulasi, terdapat 1.067 peserta didik yang tidak tertampung.
Dari 1.067 peserta didik yang tidak tertampung tadi, jelas Nila, sebanyak 736 yang melapor ke sekolah. “Permasalahan lainnya ada juga wali murid yang tidak melakukan daftar online Pak,” ujar Nila melaporkan.
Terdapat kelebihan peserta didik juga terjadi di beberapa kecamatan di Kota Batam. Yang menjadi perhatian diantaranya; SDN 09 Batamkota, SDN 06 Batuaji, SDN 03 dan 012 Bengkong, SDN 011 Nongsa, SDN 014 Sagulung, dan SDN 013 Sekupang.
“Seperti di SDN 09 Batam Kota ada 41 pengaduan dan di SDN 013 Sekupang ada 148 peserta didik tidak tertampung,” jelas Nila lagi.
Menanggapi laporan tersebut, Jefridin mengusulkan beberapa alternatif untuk disampaikan kepada Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR).
Alternatif pertama, menambah jumlah siswa dalam satu kelas. “Jika sesuai petunjuk teknisnya, satu kelas 36 orang, untuk menyelesaikan daya tampung ini dimaksimalkan satu kelas menjadi 40 orang,” sebut Jefridin.
Apabila masih berlebih, maka wali murid diarahkan untuk masuk ke sekolah terdekat. Namun jika langkah di atas masih belum mengatasi persoalan, maka langkah selanjutnya yang diambil akan menambah rombongan belajar atau ruang kelas baru.
“Langkah-langkah ini kita sampaikan kepada Pak Wali Kota (HMR) langkah mana yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan daya tampung ini,” jelasnya. (rst)




