Tradisi Rendang Ada di Negeri Jiran Malaysia saat Rayakan Idulfitri

Di Malaysia, warga negara Indonesia yang ada tinggal di sana terus melestarikan tradisi budayanya saat merayakan Idulfitri. Salah satunya “merandang” atau membuat rendang guna menyajikan hidangan istimewa untuk dapat merayakan Idulfitri 1444 Hijriah.

“Oh saya sudah siap, semua sudah di pendingin, beku. Dari daging sampai kelapa parut,” kata Kusiati, pekerja migran asal Gresik, ketika ditemui di Kampung Baru, Kuala Lumpur seperti lendoot.com kutip dari siaran pers kemenkominfo, Senin (24/4/2023).

Belajar dari Lebaran tahun sebelumnya, ketika pemerintah Malaysia menetapkan 1 Syawal lebih cepat sehari dari perkiraan sebelumnya, ia mengatakan telah menyiapkan semua bahan makanan yang dibutuhkan untuk perayaan Idulfitri seminggu sebelum hari H.

Meski berasal dari Jawa Timur, Kusiati yang sudah cukup lama tinggal di Malaysia mengatakan rendang menjadi menu selalu ada di setiap hidangan Lebaran di keluarganya.

Tidak lupa menu favorit lainnya dari mulai sambal goreng udang, dan tentu saja dinikmati bersama dengan ketupat, kata dia. “Saya sudah buat ketupatnya. Tinggal dimasak,” ujar Kusiati yang dikutip dari infopublik.id

Persiapan serupa juga dilakukan Sahria. Ibu asal Madura, yang logatnya sudah sangat Melayu, itu mengaku sudah menyiapkan semua bahan makanan untuk hidangan istimewa usai shalat Idul Fitri nanti.

Menunya, menurut dia, kurang lebih sama dengan Kusiati. Tidak ada sambal goreng ati, karena memang mengikuti ciri khas Jawa Timur yang biasanya memadukan ketupat dengan sambal goreng udang.

“Kalau nanti malam diumumkan Lebarannya besok, ya nanti malam kita masak semuanya. Supaya besok pagi siap,” kata Sahria yang sudah 18 tahun tinggal dan bekerja di Malaysia.

Mahasiswa Indonesia asal Sumatera Barat Wiffy Zalina Putri mengatakan “merandang” biasa keluarganya lakukan sehari sebelum Idul Fitri. Dari sejak pagi hingga malam, mereka sibuk menyiapkan hidangan untuk esok hari.

Ketupat, lemang, rendang, opor, kuah sate padang, semua harus disiapkan sehari sebelum perayaan, hingga esok pagi sudah dapat dihidangkan setelah shalat Idul Fitri, kata Wiffy yang biasa disapa Fifi.

Tidak hanya bersiap “merandang” menjelang hari raya. Fifi, yang tinggal bersama keluarganya di Malaysia, mengatakan  tradisi menjelang hari raya lainnya antara lain adalah menyiapkan baju baru, yang biasanya dibuat dengan warna yang sama untuk sekeluarga.

Tradisi itu, menurut dia, juga biasa dilakukan masyarakat Malaysia saat mempersiapkan perayaan Idulfitri. Baju baru menjadi suatu yang jarang tertinggal.

Tradisi mempersiapkan perayaan Idulfitri menjadi kegiatan serupa yang dilakukan masyarakat Indonesia dan Malaysia. (*/mrj)