Rumah Singgah Gratis untuk Warga Kepri di Jakarta dan Batam akan Diresmikan Mei 2023

Rumah singgah ini sedang dalam proses penyelesaian pembangunannya di DKI Jakarta dan satu lagi di Kota Batam. Rumah singgah yang di Jakarta terdapat 40 kamar dan di Kota Batam sebanyak 25 kamar. Keduanya akan diresmikan secara bersamaan pada Mei 2023 tahun ini. “Kita siapkan rumah singgah ini tujuannya untuk membantu masyarakat Kepri yang sakit dan harus durujuk berobat ke Jakarta. Kita bantu mereka agar tidak perlu lagi mencari penginapan, karena mahal,” jelas Gubernur Ansar. Rumah singgah ini sudah dilengkapi fasilitas yang cukup memadai dan komplit. Dan, Ansar mengatakan, akan memberikan gratis untuk masyarakat dari Provinsi Kepri. “Begitu juga rumah singgah di Batam, tujuannya agar masyarakat yang dari pulau-pulau yang mau berobat ke Batam bisa memanfaatkannya," sambung Ansar lagi.

Kepri, Lendoot.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk kesekian kalinya memberi informasi kepada masyarakat bahwa Pemprov Kepri telah menyediakan rumah singgah untuk warga Provinsi Kepri.

Rumah singgah ini sedang dalam proses penyelesaian pembangunannya di DKI Jakarta dan satu lagi di Kota Batam.

Rumah singgah yang di Jakarta terdapat 40 kamar dan di Kota Batam sebanyak 25 kamar. Keduanya akan diresmikan secara bersamaan pada Mei 2023 tahun ini.

“Kita siapkan rumah singgah ini tujuannya untuk membantu masyarakat Kepri yang sakit dan harus durujuk berobat ke Jakarta. Kita bantu mereka agar tidak perlu lagi mencari penginapan, karena mahal,” jelas Gubernur Ansar.

Rumah singgah ini sudah dilengkapi fasilitas yang cukup memadai dan komplit. Dan, Ansar mengatakan, akan memberikan gratis untuk masyarakat dari Provinsi Kepri.

“Begitu juga rumah singgah di Batam, tujuannya agar masyarakat yang dari pulau-pulau yang mau berobat ke Batam bisa memanfaatkannya,” sambung Ansar lagi.

Gubernur Ansar juga berpesan, jika rumah singgah ini nantinya sudah diresmikan, masyarakat yang memanfaatkan keberadaannya agar ikut menjaga kebersihan dan memanfaatkannya dengan penuh tanggungjawab. Sehingga rumah singgah tersebut bisa dimanfaatkan secara  bergantian oleh masyarakat.

“Pemerintah sudah membangun, maka kita semua harus menjaga dan merawatnya. Jika sekarang baru 40 kamar yang tersedia di rumah singgah Jakarta, kedepannya akan kita tingkatkan menjadi 70 kamar,” kata Ansar di Desa Penuba, Kabupaten Lingga, Sabtu (1/4/2023).(*)