227 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Kegiatan partisipasi publik akan dilakukan baik dengan institusi pemerintah, lembaga, organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, CSO dan organisasi lainnya, baik secara luring maupun daring. Pemerintah akan menyelenggarakan partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation) sehingga hak publik untuk didengar, hak publik agar masukannya dipertimbangkan dan hak publik untuk mendapatkan penjelasan dapat diakomodir dalam pembahas RUU ini. “Partisipasi publik yang luas sangat diperlukan mengingat RUU ini akan memicu reformasi di sektor kesehatan kita sehingga layanan kesehatan dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah, murah dan akurat (#SehatLebihDekat, #SehatLebihTepat, #SehatLebihMurah).” “RUU ini diharapkan akan merubah kebijakan kesehatan kita untuk fokus mencegah masyakarat jatuh sakit daripada mengobati,” tutur juru bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril

Jakarta, Lendoot.com – Jika sebagian besar mengira penyebaran Covid=19 sudah tidak terjadi lagi, kenyataannya tidak demikain. Covid-19 masih mengancam.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (4/3/2023), kasus harian Covid-19 bertambah sebanyak 277 orang.

Penambahan kasus sembuh COVID-19 secara harian ini menambah angka kumulatif kasus sembuh menjadi 6.572.609 orang.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak untuk memutus rantai penularan COVID-19.

 “Stay safe, sayangi diri dan keluarga anda, tahan diri untuk tidak berkumpul, jika tidak ada keperluan mendesak agar tetap beraktivitas di rumah saja,” seperti yang dikutip lendoot.com melalui keterangan resmi Kemenkes.

Sedangkan penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 harian bertambah 207 dan jumlah kumulatifnya 6.736.994 kasus.

Pasien meninggal harian bertambah tiga kasus dan kumulatifnya 160.928 kasus. Jumlah suspek tercatat ada 1.091 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 17.786 spesimen.

Sedangkan untuk kasus aktifnya sebanyak 3.457 kasus aktif. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten-kota. (*/mrj)