Soal Listrik, Bupati Aunur Rafiq Curhat Langsung ke PT PLN UID Riau-Kepri

Bupati Aunur Rafiq menyebut jika arus listrik menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda untuk mengembangkan tambak udang vaname di Pulau Alai. “Kalau listrik di tambak udang belum stabil, investor yang mau menanam modal di tambak pun jadi ragu juga. Jadi memang supply listriknya yang kita prioritaskan,” kata Aunur Rafiq.

Karimun, Lendoot.com – Permasalahan listrik menjadi perhatian serius Bupati Karimun Aunur Rafiq. Bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Rafiq menyempatkan diri menjumpai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau Kepri Agung Murdifi di Pekanbaru, akhir pecan lalu.

Dalam pertemuan, Bupati Rafiq mengatakan hasilnya. Salah satunya penyampaian penuntasan program ‘Kepri Terang’, sebagai misi Gubernur Ansar Ahmad.

Bupati Rafiq mengatakan pertemuan itu terkait penyampaian tentang kondisi listrik. Gubernur Ansar, katanya, menyampaikan kondisi listrik untuk provinsi, sedangkan Bupati Rafiq sendiri bicara tentang kondisi listrik di Kabupaten Karimun.

“Saya bicara tentang kondisi listrik di Kabupaten Karimun, dimana listrik di Kabupaten Karimun di beban puncak kita,hanya tersisa satu megawatt. Saat Raya Imlek itu terjadi kerusakan mesin di PLTU Tanjung Seibatak. Itu deficit kita sampai 10 Megawatt (MW).”

“Itu sangat rawan, kalau dipaksa hidupkan, hamper sepertiga Karimun ini,” papar Bupati Aunur Rafiq kepada Lendoot.com.

Setelah ada penambahan mesin dan perbaikan PLTU, katanya, memang bisa teratasi sementara. “Tapi kondisi ini tidak bias dibiarkan. Untuk itu kita sudah menyampaikan ke PLN agar ada penambahan mesin,” papar Bupati Rafiq.

Untuk itulah, terangnya, Bupati Rafiq menemui langsung General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau Kepri Agung Murdifi ke Pekanbaru, untuk dapat kepastian solusinya dari pihak PT PLN. (msa)