Tinggi Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan di Anambas Pilih Berhenti Melaut

Saat ini, Syaiful menambahkan cuaca buruk, yang di alami nelayan setempat disebut sebagai musim Utara, biasanya berlangsung satu bulan hingga tiga bulan kedepan. "Selama tidak melaut, otomatis nelayan tidak mendapatkan penghasilan. Mereka hanya melakukan pekerjaan memperbaiki kapal atau jaring sekitar tiga bulan ini,” jelasnya. Sejumlah nelayan mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat untuk menyambung hidup mereka “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu nelayan yang tidak melaut saat ini,” harap Syaiful mewakili suara nelayan.

Anambas, Lendoot.com – Cuaca buruk dan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah nelayan di Desa Liuk Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten Kepulauan Anambas memilih tidak melaut.

Seperti dikabarkan, cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang itu mencapai 3 hingga 4 meter membuat nelayan khawatir menjadi korban kecelakaan di laut.

Cuaca buruk ini dikarenakan memasuki musim angin Utara, yang melanda kawasan itu.

Kepala Desa Liuk, Syaiful menjelaskan ada sekitar 20 Kepala Keluarga (KK), yang berprofesi sebagai nelayan. Sejak beberapa pekan ini nelayan menghentikan aktifitasnya.

“Nelayan sudah tidak lagi bekerja. Mereka memilih untuk menyandarkan kapal pompong miliknya,” ujar Syaiful seperti dikutip dari mediakepri.co, Rabu (1/2/2023).

Cuaca buruk, seperti hujan disertai angin kencang membuat ketinggian gelombang bisa mencapai di atas tiga hingga empat meter.

Sementara itu 80 persen pompong nelayan saat ini ditambatkan di muara peraiaran Desa liuk, dan diparkirkan di depan rumah nelayan dan sebagiannya lagi di pelabuhan. Sedangkan masih ada beberapa sisanya masih berada di laut.

Saat ini, Syaiful menambahkan cuaca buruk, yang di alami nelayan setempat disebut sebagai musim Utara, biasanya berlangsung satu bulan hingga tiga bulan kedepan.

“Selama tidak melaut, otomatis nelayan tidak mendapatkan penghasilan. Mereka hanya melakukan pekerjaan memperbaiki kapal atau jaring sekitar tiga bulan ini,” jelasnya.

Sejumlah nelayan mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat untuk menyambung hidup mereka

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu nelayan yang tidak melaut saat ini,” harap Syaiful mewakili suara nelayan. (*/rop)