Tanjung Pinang, Lendoot.com – Dinas Kesehatan Kepri mengimbau tenaga kesehatan agar menghentikan sementara pemberian resep obat sirup kepada pasiennya, termasuk paracetamol atau obat penurun panas.
Imbauan terkait kabar ada jejak senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG) yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut misterius pada anak, yang belakangan ini terjadi.
Kepala Dinkes Kepri , Muhammad Bisri mengatakan orang tua tidak perlu buru-buru memberikan obat penurun panas jika anak mengalami demam.
Obat sebaiknya diberikan ketika sudah mengganggu waktu tidur dan aktivitas anak sehari-hari.
Jika anak mengalami demam, Bisri mengimbau agar orang tua mengajak anak berolahraga dan memberikan makan makanan sehat seperti sup.
“Kalau demamnya tidak terlalu tinggi, cukup minum air hangat dan sup. Demam itu kan kalau dibawa berkeringat hilang,” ungkapnya seperti dikutip dari sijorikepri.com, Kamis (27/10/2022).
Bisri menerangkan, jika demam anak tidak menunjukkan penurunan dan menggangu aktivitas anak, orang tua dapat memberikan obat penurun demam dalam bentuk yang dihaluskan atau puyer.
Hal yang selalu perlu diingat, pemberian obat jenis apa pun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
“Sementara ini pakai obat puyer, hindari yang sirup,” tambahnya. (msa)




