Tanjung Pinang, Lendoot.com – Pembangunan fasilitas karantina senagai upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang pembukaan pintu masuk sapi ke Kepri, sangat dibutuhkan.
Untuk itu Pemprov Kepri perlu membangun fasilitas karantina hewan. Fasilitas karantina bisa dibangun di pulau khusus yang jumlah penduduknya sedikit.
“Pemprov Kepri perlu menyiapkan fasilitas karantina hewan,” kata Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB RI, Agus Wibowo seperti dikutip dari sijorikepri.com, Sabtu (8/10/2022).
Selain membangun fasilitas karantina, Pemprov Kepri juga diminta untuk mempercepat vaksinasi PMK.
“Pendataan juga bisa pakai eartag dan vaksinasi,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan, BNPB akan berupaya mencarikan solusi pemenuhan kebutuhan sapi ternak di Kepri.
BNPB akan meminta instansi terkait untuk membantu distribusi sapi dari Provinsi NTB ke Kepri.
“Untuk bantuan bibit akan kita sampaikan ke pimpinan karena ini sudah mendesak,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas PMK Kepri, Adi Prihantara meminta agar BNPB membantu mencarikan sumber sapi ternak untuk disalurkan ke peternak di Kepri.
Adi menyebut, sejak PMK merebak dan pintu masuk sapi ditutup, pedagang sudah tidak memiliki stok hewan ternak di kandang.
“Nanti tolong ajukan sumber ternak bagi kehidupan peternak kita untuk dipelihara. Sekarang yang ditunggu peternak ya itu,” katanya. (*/nue)




