Anambas, Lendoot.com – Sudah 14 tahun Kabupaten Kepulauan Anambas terbentuk. Yang juga langsung disertai dengan pembentukan Pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dari perjalanan 14 tahun terbentuknya pemerintahan tersebut, ternyata Anambas masih memiliki kekurangan insfrastruktur penting yang sangat dibutuhkan masyarakat. Yakni, akses transportasi laut.
Mengingat kabupaten ini berbentuk kepulauan, maka alat transportasi laut sangat diharapkan keberadaannya oleh masyarakat setempat. Khususnya warga di tiga kecamatan di kabupaten termuda di Provinsi Kepri ini.
Terkhusus yang dirasakan oleh Masyarakat Letung (Pulau Jemaja) untuk menuju ke pusat Ibu Kota Anambas (Letung-Terempa).
Kondisi ini dirasakan sejumlah warga masyarakat di tiga Kecamatan Pulau Jemaja dan sekitarnya.
Warga daerah satu ke daerah lainnya harus menyewa pompong. Harga sewanya juga sangat mahal. Rp2,5 juta untuk sekitar empat jam perjalanan.
“Kalau ke ibukota kabupaten memakan waktu sekitar empat jam perjalanan laut. Ongkosnya sekitar Rp2,5 juta per perjalanan,” ucap seorang warga.
Kondisi ini bukanlah hal yang baru, 14 tahun sejak dimekarkan Kabupaten Kepulauan Anambas, angkutan laut di Letung-Terempa memang masih menjadi kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Khususnya di tiga kecamatan Jemaja.
Sebelumnya, kata fendi menambahkan, transportsi Letung-Terempa, selama ini, masyarakat di tiga kecamatan Jemaja Barat, Jemaja Timur dan Kecamatan Jemaja masih bergantung pada pelayanan, Kapal Pelni.
Lalu, ada transportasi kapal cepat rute Tenjungpinang-Letung-Terempa atau angkutan Sped boat cepat Bandara melalui Padang Melang.
Bagi masyarkat, keberadaan transportasi yang ada tersebut cukup membantu akses ke pusat Kabupaten Anambas.
Namun, secara khusus angkutan yang reguler, khusus melayani rute Letung-Terempa belum tersedia.
Dan, dalam keadaan tertentu atau mendesak warga terpaksa harus sewa pompong milik nelayan setempat.(dan)




