Penulis: Auvykaimeldyanti (NPM, 2207201010017), Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
Saat ini, paparan cuaca panas ekstrem melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Ini sangat mempengaruhi kesehatan karena aktivitas manusia sejatinya tidak hanya di dalam ruangan saja, melainkan juga di luar ruangan seperti bepergian, bekerja, berbelanja, dan sebagainya.
Panas terik seperti yang terjadi saat ini sangat perlu untuk kita waspadai, karena tubuh akan rentan mengalami masalah kesehatan seperti: heat stroke (serangan panas), heat rash (ruam panas), heat cramps (kram panas), dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), gangguan pernapasan dan kardiovaskular, terutama pada populasi rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan pada orang sakit yang mengkonsumsi obat tertentu.
Ketika tubuh mencapai suhu 38,5°C, sebagian dari kita akan merasa kelelahan, naiknya suhu tubuh hingga melampaui batas aman sangat berpengaruh bagi organ-organ vital kita seperti : jantung, otak, ginjal, bahkan paparan panas berpotensi mematikan jika tubuh manusia tidak bisa menghilangkan panas berlebih tersebut.
Hasil studi dari berbagai Negara luar menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit gagal jantung, mengalami peningkatan ketika cuaca sedang sangat panas atau sangat dingin. Sebagaimana kita ketahui jantung berperan untuk mempertahankan tekanan darah. Jantung bertugas membawa oksigen melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Paparan panas ekstrem memberi beban kerja tambahan pada jantung.
Saat panas, tubuh berkeringat / dehidrasi (kekurangan cairan) secara otomatis juga menurunkan volume darah tubuh, sehingga jantung harus bekerja memompa lebih giat lagi. ketika jantung sedang memompa dengan keras dan cepat, namun gagal memenuhi kebutuhan permintaan, maka bisa terjadi gagal jantung. Banyak kematian akibat panas tercatat sebagai serangan jantung.
Dengan kondisi seperti ini, mari sama-sama kita cegah dampak cuaca panas dengan tips sehat di bawah ini:
1. Cukupi kebutuhan air tubuh dan tidak menunggu rasa haus muncul
2. Menghindari kontak matahari secara langsung dengan menggunakan topi atau payung.
3. Menggunakan tabir surya atau sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yg tidak tertutup oleh baju untuk memberikan perlindungan ekstra kepada kulit.
4. Apabila ingin melakukan aktivitas fisik atau olahraga, lakukan di dalam ruangan untuk meminimalisir potensi heatstroke ataupun dehidrasi
5. Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan yang terparkir, baik dengan kaca terbuka maupun tertutup.
Bagi yang tidak berkepentingan mari kurangi aktivitas di luar ruangan dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit akibat cuaca panas, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. Semoga tetap sehat…!




